Rekan DDinasty, Irsal, dan Rekan FPK,

Jadi dengan demikian kita sependapat bahwa RUU WAMIL tersebut memang
pantas ditolak.

Sangat setuju bahwa RUU lainnya juga mestinya dibuka di depan publik.
Hal tsb.

Salam
Mulyadi

--- In [email protected], "ddinasty_a04"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Thanks atas informasi lengkapnya rekan Stepanus, jujur saya akui
> sayalah yg terlalu terburu mengomentari sesuatu hanya berdasar judul
> thread tanpa melihat inti persoalan yg mustinya kita jadikan bahan
> diskusi. Opini saya kemarin tercetus karena ada rekan diFPKyg
> membandingkan WAMIL dgn gerakan pramuka, jelas kedua hal tsb tidak
> bisa disejajarkan baik dari fungsi atau pemahaman dari dua kata
> tersebut baik literaly maupun secara kontekstual.
>
> Membaca isi postingan anda dibawah soal RUU tersebut,saya berbalik
> arah untuk bersikap menentang dgn keras RUU yg menurut saya sangat
> idiot, tidak masuk akal dan tanpa visi apapun selain merupakan upaya
> mencari dana segar dari kas negara lewat jalan yg legal, saya
> katakan legal karena kalau RUU idiot itu sampai disetujui oleh pihak
> yg berwenang, maka cara manipulasi hukum lewat pembodohan publik dgn
> cara legalisasi sesuatu yg tidak ada faedahnya, tidak ada visinya
> tersebut bisa sah menurut -prinsip2 dasar- aturan hukum.
>
> Kalau menurut saya, membaca RUU tersebut saja sudah muak, maka
> mendiskusikan apakah kita musti pro atau kontra jelas tidak perlu
> lagi, jelas kalau RUU tersebut dirancang oleh mereka-meraka yg belum
> bisa membedakan apa itu latihan militer dan apa itu WAMIL.
>
> Mustinya,setiap RUU harus di buka didepan publik dan perdebatkan
> secara terbuka, jangan sampai RUU hanya digodok oleh dewan
> legislatif kemudian secara ´sepihak´ di sahkan sebagai UU. Hal ini
> sangat perlu mengingat banyak sekali RUU yg tidak masuk akal dan
> nampak seperti dirancang di warung kopi pinggir jembatan, nggak tahu
> lagi kalau para perancang RUU tadi memang kualitasnya sudah mentok
> seperti itu.
>
> Sebagai pihak yg menentang keras RUU tersebut (bukan WAMIL seperti
> konsep yg saya fahami dan telah saya coba paparkan sebelumnya),saya
> berani menantang SIAPA saja untuk berdebat perlu tidaknya, logis
> tidaknya, idiot tidaknya RUU tersebut di forum ini, membahasnya satu
> demi satu dgn anda yg juga menolaknya saya kira nggak ada faedahnya,
> mungkin basis keberatan kita berbeda, tapi jelas kita berada di
> pihak yg sama.
>
> Kalau RUU tersebut sampai di sahkan sebagai UU, maka sudah lebih
> dari cukup sebagai alasan untuk membubarkan badan legislatif kita,
> hanya orang2 yg tidak pernah makan bangku sekolahan saja yg sanggup
> merancang RUU tanpa guna dan visi tersebut (tentunya, yg mau
> mensahkan RUU tsb jelas lebih payah lagi kualitasnya), kayaknya
> setelah reformasi kualitas pemimpin kita di tiga lembaga tinggi dan
> tertinggi negara makin payah, setidaknya mereka miskin visi sehingga
> arah policy kita sangat absurd dimata saya.
>
> Salam,

Kirim email ke