Rekan FPK,
Saya setuju dengan mas abdi christ. Lebih dari segalanya, sebagai 
seorang WNI keturunan Tionghoa, saya tidak pernah merasa diwakili 
oleh seorang Lieus Sungkharisma. Terhadap acara Republik BBM 
sendiri, saya pribadi memberikan apresiasi yang setinggi2nya. 
Bagaimanapun, acara itu sudah memberikan kontribusinya terhadap 
kemajuan kehidupan berdemokrasi di negara tercinta ini, dengan 
caranya sendiri. Di sisi lain, parodi politik seperti ini, saya 
pikir bisa juga menjadi katup keluaran dari situasi kehidupan yang 
semakin sumpek dan tak menentu. Kalau kita rakyat kecil bisa tertawa 
sejenak sambil nyengir2 kuda, apa sih salahnya? Dari pada terus 
menerus melestarikan kehidupan gaya borjuis dan politik ala raja2 
daulat tuanku......
tabik,
jonas

--- In [email protected], "abdi christ" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Judul diatas saya baca sekilas dari tayangan cuplikan koran-koran 
yang
> dikutip dalam acara Kerajaan Mimpi pada Hari Minggu, 11 Maret 2007
> pukul 21.30 malam.
> 
> Sebagai orang Tionghoa, saya merasa tayangan cuplikan kliping koran
> (entah dari koran apa) oleh Penggagas Acara Kerajaan Mimpi, sangat
> tidak bijaksana. 
> 
> Kenapa? Baik Acara Republik Mimpi, maupun koran yang memuat artikel
> berjudul "Republik Mimpi diprotes Tionghoa" telah melakukan 
kesalahan
> serius. (Judul artikel dalam koran itu saja sudah provokatif, 
apalagi
> ditayangkan di TV.)
> 
> Karena setahu saya, isi berita tersebut sebenarnya berbicara 
tentang
> protes Lieus Sungkharisma (Ketua Partai Reformasi Tionghoa) 
terhadap
> isi tayangan Republik Mimpi. Penggeneralisasian protes seorang 
Lieus
> yang ketua Parti sebagai dengan satu label "TIonghoa" - sangat
> menyakiti hati saya. Lieus tidak mewakili semua orang Tionghoa.
> 
> Saya menganggap penayangan ini (oleh Metro TV, yang notabene 
merupakan
> stasiun TV yang bukan hanya kritis namun juga berbobot dan tidak 
asal
> jeplak) sebagai suatu kebodohan kalau bukan sebagai upaya 
provokasi.   
> 
> Oleh karena itu, saya meminta Penanggung Jawab Acara Republik Mimpi
> memberikan kejelasan atas ditayangkannya cuplikan kliping koran 
tersebut. 
> 
> Salam
> Abdi Christ
>


Kirim email ke