Pak Walsuparmo yg terkasih, Saya bergabung dgn milis ini bukan agar dikatakan pintar, spt yg Bpk tuduhkan :-) Saya hanya ingin belajar bgmn berdiskusi dgn baik & bertukar pikiran dgn rekan2 milis lainnya, termasuk Bpk Walsuparmo juga. Tp, saya mengucapkan terima kasih kpd Bpk atas penilaiannya. Mungkin saya terkesan 'sok tahu' ttg masalah aviation security. Namun, seingat saya, di posting sebelumnya saya juga mengakui bahwa saya awam dgn masalah aviation security, krn tidak ada matakuliah spt itu. Hemat saya, keamanan penerbangan (saya tidak menggunakan istilah aviation security utk menghindari kesan sok pintar :>) di Indonesia masih dinilai cacat. Demikian saja Pak Walsuparmo. Bgmn tanggapan Bpk?
Salam hangat, Patrick Hutapea Mahasiswa S1 Ilmu Hubungan Internasional Fisip - Universitas Katolik Parahyangan Bandung --- In [email protected], "walsuparmo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salam, > Baik yang ditulis oleh Pak Handoko Seto dan Patrick Hutapea > itu,hanya iseng2 saja karena berpendapat lebih baik membuka mulut > atau sekedar menulis, biar dikatakan pintar tetapi itinya yang > ditulis hal2 yang sama sekali diluar bidang mereka dan hanya dari > pendengaran orang lain saja. > Apapun yang menjadi sebab, sebaiknya kita menunggu keputusan yang > kompeten namun yang PALING penting dan INTINYA adalah, sangat > DISESALKAN terjadinya banyak korban sedangkan banyak contoh seperti > crash semacam ini yang TIDAK meninmbulkan korban atau semua pax > selamat.Perwira ANGKATAN UDARA yang menjadi Kapelud SIPIL di Adi > Sucipto, mengatakan tidak ada masalah dengan lapangan terbang.Hal > itu BENAR adanya yang MENJADI MASALAH BESAR dan serius adalah > KEAMANAN PENERBANGAN(flight savety), yang TERBUKTI tidak PROFESIONAL > sama sekali karena kedatangan MOBIL PEMADAMAN KEBAKARAN yang SANGAT > TERLAMBAT dan mempergunakan alat(bahan) yang(air) seharusnya TIDAK > dipergunakan(juga tidak profesional). Ini hal yang sangat serius > dan harus ditindak juga. Apalagi Adi Sucipto sebagai INTERNAIONAL > AIRPORT.Sangat memalaukan bangsa ter-lebih ada orang asing yang > menjadi korban. > Wasalam, > Wal Suparmo
