Heran yach.... kenapa sih, bangsa kita gak merasa bangga dengan bangunan2 lama ini.... dengan bangunannya yg unik, arsitekturnya yg bagus.. hotel indonesia sudah jadi korban, hotel president sekarang menjadi hotel nikko, belum lagi megaria, dan yang lebih mengenaskan... nasib bangunan chandranaya di daerah gajah mada yang hanya terlihat atapnya saja... karena ditutup oleh seng2 dan bangunan yang gak jelas mau dibikin apa.... sejak saya kuliah sampai sekarang... sudah 10 th...
Jika suatu hari saya membawa turis2 asing mengelilingi kota jakarta.. (rute harmoni,gajahmada sampai beos itu rute yg sering dilalui oleh bis2 pariwisata untuk city tour) maka saya bisa mengatakan ; "di sebelah kiri saudara, awalnya berdiri sebuah bangunan dengan arsitektur yang bagus, dibangun th..... di gunakan untuk.....namun, sekarang telah digantikan oleh mal/apartemen???" sedihnya..... Endiarto Wijaya <[EMAIL PROTECTED]> Sent by: [email protected] 03/13/2007 10:22 AM Please respond to [email protected] To [email protected] cc Subject [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: DIJUAL.... Bioskop Megaria! [confirmed] Bukan soal untung atau rugi, Pak. Pelestarian gedung Metropole/ Megaria perlu diupayakan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan (seni arsitektur, tata kota dan ilmu sejarah) maupun kepentingan pengembangan kebudayaan (khususnya seni film). Oleh karena itu, jika sang pemilik ingin menjual, semestinya pemerintah "membeli" saja gedung itu untuk difungsikan menjadi "Museum Film Indonesia". Ini jika pemerintah cukup peduli. Namun jangan terlalu berharap. Apalagi jika untuk peduli pun diperlukan anggaran yang tidak sedikit. Satu hal yang membuat saya ngeri, bagaimanapun juga Jakarta adalah ikon dan "kiblat" pembangunan kota-kota di Indonesia. Jika pembangunan dan kepentingan ekonomi Jakarta ternyata mengorbankan gedung-gedung kuno dan mengandung nilai sejarah, nasib bangunan-bangunan serupa di Semarang, Surabaya, Lasem, Malang, Probolinggo, Panarukan dll mungkin tinggal menunggu hari saja. Wassalam,
