Pak'e, Saya akhiri pertanyaan saya untuk tofik ini, tapi maap mundur dikit ke masalah Tri Dharma Perguruan Tinggi (Ngajar, Riset & Pelayanan Masyarakat) ya Pak'e.
Tahun 2002 lalu saya pernah ikut training alias ya kaya semacam kursus singkat di P2M FTUI Salemba. Apa semacam (P2M FTUI Salemba) itu kah yang dimaksud dari point ke 3 dari Tri Dharma Perguruan Tinggi ? Salam ga linglung Mase, Suhaimi ----- Original Message ----- From: Manneke Budiman To: [email protected] Sent: Tuesday, March 13, 2007 10:56 PM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Jam Kerja Guru Rata-rata 15,5 Jam Perhari Mase, Saya tak tahu datanya pada tingkat nasional, tapi kalo di UI waktu itu pernah dimuat di FPK ini. Di UI jumlah guru besar terbanyak adalah fakultas kedokteran, yang mencapai lebih dari 80 orang. Sebagai bandingan, di fakultas ilmu budaya jumlahnya sekitar 15-an. Di kedokteran, orang bisa jadi profesor tanpa pendidikan formal S3, melainkan dari hasil kerja klinis saja yang dituangkan dalam terbitan jurnal. Di fakultas lain, disyaratkan harus doktor dulu baru bisa jadi guru besar. Mengenai solusi bagi semburan lumpur Lapindo, bukankah sudah ada banjir usulan, baik yang akademis maupun yang mistik? Jadi, tanpa harus kumpul-kumpul, para profesor itu (dan juga para dukun) sudah menyumbangkan gagasan. Masalahnya, pemerintah sebagai yang empunya kuasa mau dengar dan mau pakai usulan itu, enggak? Jadi, pada tahap ini teriakan sebaiknya ditujukan kepada para penguasa itu. Mengenai Pak Harto dan para guru besar, he he he, akhirnya memang "hukum ekonomi" yang menang. Siapa yang punya duit, dia yang jadi boss. Tutut waktu masih jaya juga punya banyak guru besar yang jadi konsultan alias anak buahnya kok. Mereka itu sowan bukan buat minta petunjuk, tapi minta duit dan jabatan. Kaya nggak ngerti aja ah, Mase. Udah mulai kena serangan linglung, ya? manneke
