Rekans,

Siapa ya yang harus melakukan ini?

Pemberdayaan insan pers maupun insan bisnis selalu dilakukan oleh lembaganya 
sendiri maupun oleh lembaga lain sehingga mereka memang menjadi sangat pinter 
membaca peluang menjadikan dagangannya laku.

Tapi siapa yang harus memberdayakan penonton televisi supaya mereka memiliki 
kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional (syukurlah didukung kecerdasan 
spiritual) sehingga benar-benar BIJAK menimbang-nimbang yang harus ditonton dan 
TEPAT memilih hal yang ditonton.

Ini menjadi pertanyaan yang mengganggu saya.

yr. edy purwanto pr
  ----- Original Message ----- 
  From: metty_zubz 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, March 13, 2007 6:43 PM
  Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Keresahanku menonton sinetron Hidayah di 
RCTI


  Dear,

  Tampaknya sinetron seperti itu akan tetap di produksi selama masih
  banyaknya minat masyarakat terhadap acara - acara tersebut, tapi
  percayalah, seiring berjalannya waktu akan padam sendiri, dahulu saat
  hampir tiap malam kita disuguhi oleh acara yang berbau mistik,
  sekarang akhirnya berkurang juga, walaupun masih ada stasiun TV yang
  membuat program baru atas acara tersebut.

  Inikah mental kita? mau saja menerima apa yang di anggap hiburan,
  seperti sinetron-sinetron yang ada, Terutama "Intan" saya sampai
  pusing kalo ga sengaja melihat sinetron tersebut, karena ruang kerja
  saya dirumah menyatu dengan ruang keluarga, jadi mau tidak mau harus
  gabung dengan keluarga yang sedang melihat acara TV. hampir tiap 10
  menit sekali pasti ada saja adegan tangis menangis, sampai pusing
  kepala saya. Terlebih pembantu saya yang maaf "agak kurang dengar"
  pasti harus mengencangkan Volume, selain itu saya rasa sudah saatnya
  produksi perfilman maupun sinetron kita membuat sesuatu yang bermutu. 

  Tapi sekali lagi kita hanya bisa nge gerutu, karena yang disana pasti
  cuma menjawab "Gitu aja Kok Repot"

  Wassalam

  

Kirim email ke