Bung Fadil itu bukan tobat tapi tomat!
Semua pemimpin termasuk Gus Dur sendiri paling gampang kalau ngajak orang
lain/pengikut untuk bertobat. Tobatnya hanya sampai dimulut doang karena begitu
diuji sampai kepada tataran attitude dan behavior langsung kumat lagi kelakuan
dan pengamalan budaya lama. Memang pemimpin bangsa Indonesia sangat
menggelikan! Salam Tjuk Kasturi Sukiadi
Harry fadil <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Gus Dur: Apa Artinya Tobat Kalau Tak Berubah
Senin, 12 Maret 2007 05:05
Jakarta, NU Online
Mantan Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH. Abdurrahman Wahid
(Gus Dur) menyatakan, bagi pemerintah solusi masalah bencana seharusnya bukan
mengajak masyarakat berzikir. Menurutnya, yang terpenting bagi pemerintah
adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan menegakkan hukum yang
berlaku.
Taubat kan di hati. Apa artinya bertobat kalau kelakuan tidak berubah, kata
Gus Dur di Jakarta, Ahad (11/3), mengkritik acara zikir nasional yang
dilaksanakan oleh pemerintah di Masjid Istiqlal Jumat, (9/3) lalu.
Gus Dur yang juga Ketua Dewan Syuro PKB mengatakan, saat ini yang harus
diutamakan adalah menumbuhkan moralitas bangsa. Menurutnya, musibah yang
bertubi-tubi terjadi karena pemerintah sudah tidak bermoral. Yang bermoral
dong, jangan bohong, tuturnya.
Saat ini bangsa kita sedang kehilangan moralitas, banyak pejabat kita yang
bohong akibatnya rakyat sudah tidak percaya lagi dengan pemerintah, tambah Gus
Dur.
Ia menjelaskan, solusi masalah bencana bukan hanya dengan zikir nasional.
Pasalnya saat ini sebagian besar rakyat Indonesia menganggap ada hubungan
antara bencana dengan situasi politik,' tuturnya.
Pemerintah hendaknya mengembalikan kepercayaan rakyat. Meskipun ini tidak
benar, menurut pengasus Pesantren Ciganjur itu, ada kesan masyarakat dengan
pemerintah menjadi saling berhadapan. Hal inilah yang menimbulkan
ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah. (nam)