Pak Wal Suparmo, Terima kasih atas tulisan anda, hanya ingin memberi masukan sedikit bahwa Ny,Utami Suryadarma, belum pernah masuk PKI maupun menjadi anggauta Gerwani?, bahwa kedekatan dengan kaum merah karena diangkat jadi reKtor Univ.Baperki itu diangkat oleh Bung Karno, demikian pula, namanya tercantum dalam dewan revolusi, itupun adalah prakarsa Lt.Kol. Untung tanpa konsultasi atau menanyakan dulu pada ybs. Bahkan waktu Untung memproklamirkan semua perwira turun pangkat jadi Lt.Kolonel, dirumah Suryadarma mengatakan : Idiot (gila...!) Memang setelah peristiwa G30S, ada semacam pukul rata bahwa semua yang dekat Bung Karno di kategorikan Komunis, itu adalah konsekwensi dari suatu keadaan saat itu, dan merupakan lesson learned bagi generasi penerus bangsa terutama saya sendiri.
Yang betul adalah Suryadarma dan istrinya dua2nya termasuk orang2 yang pejah gesang Derek Bung Karno, meskipun pada akhirnya Suryadarma disingkirkan oleh beliaunya sendiri. Dia tetap pengagum De groote Bung-Bung Karno sampai akhir hayatnya, yah begitulah orang2 tua kita jaman dulu!!, tapi saya percaya masih banyak putra bangsa yang berkaliber pemimpin yang berprisip dan dapat dibanggakan seperti Pak Hoegeng (Alm), Pak Ali Sadikin.Pak Jusuf(Alm) dll....dan siapa dari generasi muda saat ini yang akan menyusul...? Terima kasih, Wassalam ERS -----Original Message----- From: walsuparmo [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, March 15, 2007 1:50 AM To: [email protected] Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Budaya Mundur ?????? Salam, Mengundurkan diri secara sukarela tergantung dari KWALITAS manusianya. Bung Hatta religius Islam , Jendral Sumitro,Islam KTP demikian juga komodore S.Surjadarma, istrinya Ny. Utami Surjadarma adalah salah seorang ketua GERWANI(PKI) tetapi mereka semuanya adalah manusia yang BERSUSILA TINGGI.Bukanya yang seperti sekarang ini.Bahkan kwalitas MENTERI AGAMA saja yang korupsi dan Menteri Agama yang sekarang yang mengatakan: Maju mundur saya tidak tergantung kepada saya sendiri tetapi kepada Aulloh. Orang yang berfikiran sehat dapat menilainya sendiri. Jadi yang makin MUNDUR bukan individu tetapi malah para pemimpin BANGSA Indonesia.Sangat menyedihkan tetapi kita sudak KEBAL dan RAI ( wajah)GEDEK atau TEMBOK.Apa yang masih dapat dibanggakan oleh bangsa Indonesia lagi?.... Wasalam, Wal Suparmo
