Kembali ke laptop, Ketika televisi lebih banyak menyiarkan acara yang berating tinggi (kriminal, sex, bencana,tahayul,gossip kawin cerai dan pertengkaran artis) acara semacam Empat Mata memang bisa menjadi hiburanyang berisi sedikit sarkasme,mentertawakan diri sendiri (bukankah ini tanda kedewasaan?)).
--- In [email protected], armeyn sinaga <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > ikutan yahh,, > > sebenarnya, temen2 semua udah kena hegemoni acaranya mas tukul ini.. > ketika sebuah acara sampai diperbincangkan, dan muncul pula banyak argumen pro dan kontra, artinya banyak yang menonton, dan berarti acaranya sukses.. bukan begitu? > > yaa,, saya tau bukan di situ letak masalahnya.. tapi lebih kepada isi dan tema dari acara empat mata itu sendiri.. bukan, kalo menurut saya,,acara ini bukanlah ikon penindasan, atau malah dikatakan sebagai "wujud sifat reaktif masyarakat indonesia".. sama sekali bukan! > > tanpa bermaksud membela, saya hanya berusaha memaparkan kenyataan yang ada.. tukul dengan kepolosannya, dan tanpa pembicaraan yang dibuat-buat alias apa adanya, berusaha mengangkat tema yang cukup ringan namun serius.. dan itu patut diacungi jempol.. tidak banyak acara yang bisa mengemas tema cukup berat, dan menyajikannya dengan cukup ringan.. plus komedi pula.. paling2 tandingannya hanyalah republik mimpi.. > > jadi, tidak ada alasan untuk menyatakan bahwa acara ini adalah ikon penindasan.. tidak ada yang tertindas,, dan tidak ada yang menindas.. inilah saluran ekspresi yang jujur, dan terbuka,, mengajak kita untuk kembali ke awal, tanpa sikap pura2,,polos seperti mas tukul.. sampai puaass... > > salam > armen > mahasiswa unpad bandung
