setuju mang ucup, saya jadi teringat cuaca di jakarta saat ini yang kalau siang hari panas kering menyengat, namun sore hari tiba gelap gulita hujan badai, membuat kemacetan luar biasa dimana-mana, kondisi badan harus selalu fit kalo nggak bisa kena flu karena cuaca yang ekstrim berubah-rubah. keseimbangan global alamiah memang terganggu oleh ulah manusia, keserakahan dan eksploitasi berlebihan terhadap alam membuat alam melakukan penyesuaian-penyesuaian, yang bisa berakibat bencana buat mahluk hidup khususnya manusia, tetapi soal kiamat barangkali hanya Tuhan yang tahu kapan ciptaanNya, ingin BELIAU hancurkan sendiri dengan kehendakNYA, namun seperti juga riwayat bumi ini, bagaimana dulu ketika bumi menyesuaikan keseimbangan dan melenyapkan mahluk semacam dinosasurus, menjadi sejarah, saya yakin jika manusia juga pada akhirnya akan musnah dari muka bumi, maka saya yakin akan ada spesies lain yang diciptakan Tuhan untuk menjadi khalifah dimuka bumi ini, entah itu apa namanya, hanya Tuhan yang Maha Tahu. kiamat buat manusia belum tentu kiamat untuk alam semesta.
wassalam iwan MANGUCUP <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dampak pemanasan global dapat jauh lebih mengerikan akibatnya daripada Perang Nuklir, bahkan kemungkinan terjadi kehancuran dunia, karena pemanasan global ada jauh lebih realistis daripada perang Nuklir hal inilah yang diutarakan oleh sang fisikawan agung Stephen Hawking sang pencetus teori Dentuman Besar. (Sumber Science Daily akhir Januari 2007) Sedangkan menurut James Lovelock, pendiri dari Greenpeace: Dampak pemanasan global inilah yang sebenarnya dapat mengakibatkan punahnya sepsies manusia, sebab dampak dari perang nuklir tidak akan menciptakan kerusakan seluas dan sebesar seperti pemanasan global. Kiamat sudah ada di depan mata Bung ! Menurut Lovelock keadaan dunia sekarang ini sudah mirip seperti juga motor boat yang mesinnya tiba-tiba mati saat berada di ujung air terjun. Jadi sudah terlambat dan tak ada yang bisa diperbaiki lagi. Kita sudah berada di ujung maut, satu-satunya yang masih bisa dilakukan oleh umat manusia sekarang ini; hanya berusaha untuk memperlambat terjadinya kiamat ini ! Sama seperti pasien yang sudah di vonis mati oleh sang Dr, karena penyakit kanker stadium empat. Berdasarkan laporan yang berjudul Climates Change 2007 dari Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) yang dianggotai lebih dari 600 penulis ilmuwan daripada 40 negara. Mereka memprediksikan: Perubahan cuaca pada abad ke 21 ini akan jauh lebih mengerikan dari pada abad ke 20. Diperkirakan pada tahun 2100 setengahnya dari spesies manusia akan musnah. Bencana alam seperti Banjir, Tsunami, Gempa, Badai akan menjadi suguhan alam secara rutin bahkan dalam setahun bisa terjadi berkali-kali. Kemungkinan kenaikan suhu sampai 6,4 C yang mengakibatkan mencairnya es maupun glasier, sehingga akhirnya kutub utara pun akan menghilang dengan sendirinya. Berdasarkan laporan dari NASA ketebalan es di kutub utara sekarang ini saja sudah berkurang 40% dibandingkan dengan tahun 1960. Diperkirakan permukaan laut akan naik hingga 95 cm, sehingga banyak pulau akan hilang tenggelam, bahkan daerah yang dipinggir pantai seperti Kuta di Bali ataupun daerah Acol di Jakarta semuanya akan hilang. Meningkatnya jumlah tanah kering yang potensial menjadi gurun, karena kekeringan yang berkepanjangan. Memusnahkan seluruh hasil pertanian ditambah dengan meningkatnya frekuensi kebakaran hutan seperti yang sering terjadi sekarang ini di Amerika, Australia maupun di Eropa Menyebarnya penyakit-penyakit tropis, seperti malaria, ke daerah -daerah baru karena bertambahnya populasi serangga (nyamuk) yang mengakibatkan daerah-daerah tertentu menjadi bertambah padat dan sesak karena terjadi arus pengungsian. Jadi ramalan tentang kiamat ini bukannya berdasarkan Wahyu para Nabi di Alkitab saja melainkan sudah menjadi ramalan nyata dari para saintis dan ilmuwan sedunia. Hal inilah yang menyebabkan para politikus sedunia pada saat sekarang ini seperti juga kabakaran jenggot. Misalnya PBB yang pada awalnya hanya memikirkan masalah perang di dunia ini, sekarang sudah merubah program kerjanya dimana iklim cuaca dunia telah menjadi priotitas utama. Presiden Jacques Chirac dari Perancis maupun Kanslir Jerman Angela Merkel telah menjadi Nabi sang penabuh trompet untuk memperingatkan kepada seluruh politikus di dunia ini agar segera berusaha memperbaiki iklim suhu pemanasan global ini. Perusahaan-perusahaan besar seperti General Electric, Dupont, dan Alcoa yang pada awalnya menentang Protokol Kyoto, sekarang bahkan kebalikannya, dimana mereka mendesak agar Presiden George Bush segera mengambil langkah radikal untuk mengatasi pemanasan global ini. Akhirnya Bush mengakui juga, bahwa perubahan iklim ini merupakan tantangan serius bagi kelangsungan hidup umat manusia Penyebab utama dari kenaikan iklim suhu di bumi ini adalah manusia, karena ketamakannya yang terus-menerus yang mengeksploitasi alam dengan alasan perbaikan ekonomi untuk mengurangi kemiskinan. Hanya sayangnya hal kebalikannyalah yang terjadi dimana barisan kemiskinan semakin diperpanjang dan rantai kegagalan pembangunan semakin diperbesar. Sang Pencipta menciptakan hujan sebagai air mata dan keringat alam untuk dijadikan penyejuk hidup bagi manusia, embun yang menyegarkan bagi setiap rumput dan tanaman yang dapat menghidupkan semua ciptaan-Nya. Tetapi karena ulah manusia inilah yang akhirnya merubah menjadi banjir yang meresahkan, menghancurkan bahkan mematikan hasil Ciptaan-Nya. Kita telah dipercayakan untuk mengelola bumi ini oleh Sang Pencipta, tetapi kenyataannya kita bukannya mengelola bahkan memusnahkan hasil ciptaan-Nya. Sejak manusia diciptakan, belum pernah ada generasi manusia yang mempunyai wewenang maupun kemampuan untuk menghancurkan bumi ini seperti generasi manusia di abad sekarang ini. Mang Ucup Email: [EMAIL PROTECTED] Homepage: www.mangucup.org
