http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/12/26/14513673%20/buku.quotgurita.cikeasquot.langsung.ditarik

JAKARTA,KOMPAS.com — Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank 
Century" yang ditulis George Junus Adijtondro hanya bertahan beberapa jam di 
toko-toko buku. Atas instruksi dari sebuah pimpinan pusat, toko buku terbesar 
di Tanah Air berinisial TBG langsung menarik semua buku.

Persda Network yang berusaha membeli buku tersebut di toko buku TBG Bintaro 
harus beradu mulut dengan staf toko buku tersebut. "Baru saja bukunya sudah 
ditarik. Ada instruksi dari pusat langsung telepon," ujar Indah, staf toko buku 
kepada Persda Network di Bintaro, Jakarta, Jumat (25/12/2009) sore. Padahal, 
sebelum berangkat, seorang staf TBG Bintaro mengatakan masih ada 20 buku dan 
mempersilakan datang untuk membeli.

Menurut Indah, buku yang menyebut keluarga lingkaran Presiden SBY dengan 
skandal Bank Century tersebut baru saja masuk siang hari pada Jumat yang sama. 
Hingga Jumat sore, sudah terjual 14 buku di TBG Bintaro. 

"Cover depannya warna pink. Ada gambar guritanya, Mas. Di lembar pertama ada 
foto keluarga SBY. Di lembar berikutnya ada percakapan Ong Juliana dengan 
Anggodo. Terus ada transkrip surat di bagian dalamnya," urainya.  

Telepon gelap

Pra-peluncuran buku tersebut baru diadakan pada hari Rabu (23/12/2009) di 
Yogyakarta oleh penulisnya, George Aditjondro. Peluncuran buku tersebut 
sedianya pada awal Januari 2010 di Kantor ICW.

Saat dihubungi Persda Network, Direktur Utama Galang Press Julius Felicianus 
mendapat informasi bahwa pemilik TBG mendapat telepon dari orang tak dikenal 
yang menginstruksikan penarikan buku tersebut.

"Saya sudah dapat kabar kalau pemilik toko buku mendapat telepon dari seseorang 
yang minta menarik dahulu buku itu. Kelihatannya mereka ketakutan karena 
telepon orang tak dikenal itu," kata Julius Felicianus kepada Persda Network, 
Jakarta, Jumat kemarin.

Ia mengaku kecewa dengan pihak yang memerintahkan penarikan buku tersebut. 
Biasanya, jika terjadi penarikan, maka itu berdasarkan perintah dari pihak 
kejaksaan. Namun, perusahaannya sendiri belum mendapat surat perintah dari 
kejaksaan terhadap buku tersebut. 

"Kan seharusnya ada surat perintah penarikan dari Kejaksaan Agung, dan itu 
tidak sebentar, setidaknya perlu waktu 3 bulan untuk eksekusi penarikannya," 
ujarnya.

Atas kejadiaan ini, Julius mengatakan telah berkoordinasi dengan Komnas HAM 
agar segera mengeluarkan surat rekomendasi supaya buku tersebut tetap bisa 
diperjualbelikan. 

"Baru saja saya telepon Pak Yosef Adi, Sub Komisi Penyuluhan Komnas HAM. 
Mungkin Senin (8/12/2009), surat rekomendasi itu bisa dikeluarkan. Lagi pula, 
dia, saat pralaunching di Yogyakarta, janji bahwa buku itu tidak ada masalah," 
paparnya.

Julius menegaskan bahwa buku tersebut tidak ada masalah secara hukum. "Yang 
jelas, buku itu hasil data ilmiah dan bisa dipertanggungjawabkan, kok," ucapnya.

Koordinator ICW, Danang Widoyoko, mengaku kecewa dengan penarikan buku 
tersebut. Penarikan buku itu mirip dengan perilaku Orde Baru (Orba). "Ya kalau 
enggak setuju, dibantah dong dengan buku. Jangan ditarik-tarik. Ini kan seperti 
Orba. Aparat hukum dipakai sebagai aparatur represi oleh pemerintah yang 
berkuasa," ungkap Danang. (persda network/yog/coz/yls)

Kirim email ke