Nambah info saja.
Di sini di Malaysia pada umumnya atau memang aturanya sama. Untuk mendapatkan 
Profesor jauh lebih mudah dan lebih cepat diabadingkan dengan di Indonesia. 
Mengapa?
Kum penelitian (Kum B) untuk sebuah makalah yang diseminarkan biasanya dinilai 
10 untuk seminar Nasional dan 25 untuk seminar Internasional. Kalau ada 
beberapa penulis dalam satu makalah, maka penulis pertama mendapatkan nilai 60 
% sedangkan yang 40 % dibagi untuk penulis ke 2 ke 3 dst. Tetapi di Malaysia, 
pembagian tersebut tidak berlaku. Nilai makalah tidak dibagi tetapi setiap 
penulis baik penulis pertama maupun penulis pendamping mendapatkan nilai yang 
sama. Jadi bisa saja sebuah makalah kalau penulisnya ada 5 orang berarti setiap 
orang mendapatkan nilai 10 jadi dengan kata lain nilai makalah tersebut 50. 
Yah... enak banget. makanya usia profesor di sini relative masih jauh lebih 
muda kalau dibandingkan dengan prof di Indonesia. Jadi dengan kata lain prof di 
Indonesia itu seharusnya lebih berbobot dibandingkan dengan prof di sini. Tapi 
apakah betul demikina? Saya tidak bisa menjawab.
Salam
Mahreni
----- Original Message ----
From: Manneke Budiman <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, March 15, 2007 9:18:48 AM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Profesor riset (was:Jam Kerja Guru)

Menurut aturan untuk kenaikan jabatan fungsional guru besar PNS, angka kum 
untukpengabdian kepaa masyarakat malah boleh nol, tetapi pengajaran dan riset 
harus gemuk. Kalo ngajar saja, sampai tua dan pensiun juga tak akan bisa jdi 
profesor. Angk kum terbesar justru diperoleh dari penerbitan ilmiah dan riset. 
Jadi, mestinya kalo aturan dijalankan dengan benar, tak ada orang jadi profesor 
hanya karena ngajar doang. Tapi, juga tak ada orang jadi profesor tanpa kum 
yang memadai di bidang pengajaran. Di Inggris, waduh kurang tau ya...

manneke

Kirim email ke