Pak Ari, Sebelum mengirimkan informasi ini pada milis, saya mengisi tanggapan atas berita tersebut pada kolom yang disediakan dengan kalimat persis seperti yang saya tulis sebagai pengantar email ini, hanya beberapa menit setelah berita tersebut muncul.
Sampai sekarang sudah ada 38 tanggapan yang masuk untuk berita tersebut, tapi protes saya tidak muncul. Di bagian bawah kolom tanggapan memang ada 'disclaimer': * "Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA."* Mungkin mengkritik redaksi termasuk hal yang tidak etis bagi Kompas ;-) Salam, -- Tomi Satryatomo skype: tomi.satryatomo http://wisat.smugmug.com http://www.trekearth.com/members/wisat/photos/ http://www.jpgmag.com/people/wisat "We shall build good ship here, at a profit if we can, at a loss if we must, but... always a good ship." 2009/12/30 <[email protected]> > Setuju Pak Tomi. Selain org tua dan lingkungannya yang patut dipersalahkan, > media yang memberitakannya juga patut dipersalahkan karena penyampaiannya > yang tidak mencerminkan penyesalan dan keprihatinan dengan apa yang terjadi, > tapi justru menjadikan kejadian tsb sebagai "komoditas" dan malah cenderung > menekankan kepada audience sbg suatu "kehebatan/kelebihan" dari anak tsb. > Naudzubillah. > > Ari Purnomo > ------------------------------ > *From: * Yayat Hidayat <[email protected]> > *Date: *Wed, 30 Dec 2009 10:11:19 +0300 > *To: *<[email protected]> > *Subject: *Re: [Ahlan-Riyadh] Sandi Wedhus, Balita Jago Isap Rokok [Kompas > Online] > > Innalillahi wa inna ilaihi rajiun... > > Coba kalau di beri warna lingkungan positif ya....sayang sekali anak ini > diwarnai dgn warna lingkungan yang negatif... > > 2009/12/30 Tomi Satryatomo <[email protected]> > >> Sayang redaksi Kompas Online yang memuat informasi ini dengan kata-kata >> yang positif: "jago", "lihai", "fasih", "senang". Fenomena Sandi sungguh >> memprihatinkan. Tidak tepat untuk bersikap netral dalam hal ini, apalagi >> menggunakan kata-kata yang positif untuk memberitakannya. Kritik, kecaman >> harus dialamatkan pada orang-orang dewasa disekeliling Sandi yang >> membiasakannya meminum minuman keras dan merokok. Pemerintah setempat harus >> turun tangan untuk mencegahnya berlanjut. >> >> Salam >> -- >> Tomi Satryatomo >> skype: tomi.satryatomo >> >> http://wisat.smugmug.com >> http://www.trekearth.com/members/wisat/photos/ >> http://www.jpgmag.com/people/wisat >> >> "We shall build good ship here, >> at a profit if we can, >> at a loss if we must, >> but... always a good ship." >> >> *Sandi Wedhus, Balita Jago Isap Rokok* >> >> SURYA<http://regional.kompas.com/read/xml/2009/12/30/06420283/Sandi.Wedhus..Balita.Jago.Isap.Rokok#> >> JAGO MEROKOK - Sandhi Adi Susanto >> *Artikel Terkait:* >> >> - Siang Sedot Rokok, Malam Sedot >> Susu<http://regional.kompas.com/read/xml/2008/11/27/14031189/siang.sedot.rokok.malam.sedot.susu> >> >> <http://www.surya.co.id/> >> Rabu, 30 Desember 2009 | 06:42 WIB >> >> *MALANG, KOMPAS.com *- Melihat pipinya yang tembem dan badannya yang >> gendut seperti pesinetron dan bintang iklan berusia bawah lima tahun >> (balita), Baim, tentu bisa menggemaskan banyak orang. Pipi tembem dan tubuh >> gendut ini juga dianugerahkan Sang Khalik kepada balita Sandi Adi Susanto >> yang kini tinggal di Jl Nusakambangan 19C, Kota Malang. >> >> Apabila balita ini diam dan tertidur, orang yang melihat dapat dipastikan >> juga akan merasa gemas dengan bocah ini. Apalagi, omongannya begitu tegas >> dan blak-blakan apa adanya. >> >> Namun, bocah yang lahir pada 18 Februari 2006 ini berbeda dengan balita >> pada umumnya. Kalau balita lain kebanyakan senang mengisap jempol tangan dan >> oleh orangtua dijauhkan dari hal yang dapat menyebabkan sakit, justru Sandi >> sangat senang mengisap rokok. Malahan Sandi juga sering diajak sejumlah >> pemuda untuk minum minuman keras (miras). >> >> Di usianya yang belum genap 4 tahun, Sandi juga lihai mengomongkan hal-hal >> berbau seks maupun pornografi yang merupakan konsumsi bahan pembicaraan >> orang dewasa. Sandi juga fasih mengucapkan kata-kata kotor. Seperti >> layaknya orang dewasa, Sandi tidak cadel. >> >> Semula *Surya *tak menyangka balita ini mempunyai perilaku seperti ini. >> Ketika duduk di atas jok sepeda motor sambil dipegangi seorang juru parkir >> (jukir) di depan Gedung Gajayana Jl Nusakambangan, Selasa (29/12), Sandi >> tampak seperti kebanyakan balita lain yaitu bocah kecil yang menggemaskan. >> Setelah mendapat informasi bahwa balita itu merupakan perokok berat dan >> sering diajak menenggak miras, barulah Surya menyapanya. >> >> Ditanya siapa namanya, balita itu dengan tegas menjawab Sandi Macan. >> Namun, beberapa saat kemudian dia mengubah namanya menjadi Sandi Wedhus. >> Sandi mengaku berusia tiga tahun. Sandi juga menceritakan sejumlah merek >> rokok yang disukai. Rokok ini enak sekali, kata Sandi sambil mengisap >> dalam-dalam asap rokok merek tertentu. >> >> Balita ini juga mengaku biasa diajak menenggak minuman beralkohol bersama >> teman-temannya yang sudah dewasa. Namun, menenggak miras ini tak diketahui >> langsung orangtuanya yaitu pasangan suami istri (pasutri) Mulud Riadi (47), >> dan Mujiati (41). Sandi adalah anak keempat mereka. Meski begitu, Sandi >> sering bercerita kepada orangtuanya kalau dia sering diajak menenggak miras >> dan mengeluh dadanya sesak dan kepalanya pusing. >> >> Sandi selama ini memang tak pernah bermain dengan bocah-bocah sebayanya. >> Dia lebih memilih bermain dengan orang dewasa. Informasinya, pernah Sandi >> diajak bermain panjat pohon dengan bocah sebayanya. Begitu teman-temannya >> berada di atas pohon, Sandi menegurnya dengan kata-kata kotor. Tentu saja >> teman-temannya ketakutan. >> >> Sejumlah jukir yang siang itu berada di depan Gedung Gajayana membenarkan >> jika Sandi perokok berat. Namun soal berapa batang atau berapa bungkus yang >> dihabiskan tidak ada satupun yang bisa memastikan, alias tidak bisa >> menghitung. Bagaimana tidak, tiap kali ada orang di dekatnya membawa rokok, >> Sandi selalu minta sebatang dan langsung disedot. >> >> Meski perilaku dan omongan Sandi seperti itu, para jukir sangat menyayangi >> dan selalu menjaga. Bahkan, para jukir itu rela memandikan dan menceboki >> apabila Sandi buang air besar. >> >> Tampaknya, hidup Sandi lebih banyak dihabiskan dengan teman-temannya di >> pinggir jalan ketimbang di pelukan kedua orangtuanya. Sang ayah, Mulud Riadi >> sibuk mencari uang untuk mempertahankan kepulan asap dapur sebagai tukang >> bangunan dari pagi hingga petang. Sedangkan Mujiati menghabiskan waktu di >> rumah orang lain yang harus dijaganya dari pukul 08.00 WIB hingga malam. >> Paling cepat pukul 22.00, Sandi kembali ke pelukan mereka. >> >> Seorang pedagang rokok yang kiosnya berada di depan Gedung Gajayana, Ny >> Rebo, mengungkapkan, Sandi memang suka merokok. Selama ini dia tak pernah >> membeli dengan uangnya sendiri. Biasanya Sandi dibelikan rokok oleh >> teman-temannya yang telah dewasa. >> *(EKN)* >> Sent from Indosat BlackBerry powered by >> <http://ads.kompas.com/www/delivery/ck.php?n=a970f799&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE> >> >> >> >> *Editor: tof* >> >> *Sumber : www.surya.co.id* >> >> [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ===================================================== Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] : 1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS 2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ , http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/ 3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke anggota 4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected] 5.Untuk bergabung: [email protected] KOMPAS LINTAS GENERASI ===================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
