--- On Tue, 1/5/10, Dodik Ariyanto <[email protected]> wrote:

From: Dodik Ariyanto <[email protected]>
Subject: Re: [AlumniPrancis] Re: FYI ==> Kesiapan-Indonesia-Dalam-AFTA-2010
To: [email protected]
Date: Tuesday, January 5, 2010, 1:16 PM






      Yth Pak Arpah,
 
Terimakasih banyak atas masukannya yang sangat berharga
Beberapa poin, khususnya menyangkut unsur China, obviously signifikan namun 
sayangnya luput dari perenungan saya pada saat
melakukan analisa.
-----"Older is Wiser" sepertinya semakin tak terbantah 
 
Salam,
Dodik





From: arpah <arpahsaleng@ yahoo.com>
To: AlumniPrancis@ yahoogroups. com
Sent: Wed, January 6, 2010 1:00:15 AM
Subject: [AlumniPrancis] Re: FYI ==> Kesiapan-Indonesia- Dalam-AFTA- 2010



Rekan2 milis yth;
Beberapa Fakta yang penting tentang AFTA perlu diingat kembali dalam memahami 
konteks CEPT dalam AFTA dan unsur CINA yang tiba-tiba ada didalamya:
 
1.      Perdagangan bebas ASEAN (AFTA = ASEAN Free Trade Area) disetujui pada 
KTT-ASEAN di Singapura tahun 1992, dengan tujuan untuk meningkatkan perdagangan 
intra-ASEAN (Asean 5 + Brunei ), atas usulan Thailand tahun 1991.
 
2.      Perdagangan bebas ini dilakukan bertahap dan mengacu pada list produk 
yang disepakati. Artinya penurunan tariff secara bertahap, bukan serta merta 
menjadi NOL
 
3.      Dalam KTT Informal ASEAN III tahun 1999  para kepala negara menyetujui 
usulan dari Singapura untuk menghapuskan semua bea masuk pada tahun 2010 untuk 
negara-negara ASEAN-6 dan tahun 2015 untuk negara-negara baru ASEAN.
 
4.      Selanjutnya dalam KTT ASEAN-Cina tahun 2001, di sepakati pembentukan 
ASEAN-Cina Free Trade Area dalam waktu 10 tahun.
 
 
Perlu diingat bahwa dalam kurun waktu 1992 hingga 1999 ke dalam Asean masuk 
anggota baru yaitu: Vietnam tahun 1995 dan Kemudian Laos dan Burma tahun 1997 
lalu disusul Kamboja tahun  1999.
 
Kalau menganalisis semua ini secara historis dan menghubungkannya dengan 
sejarah perang dingin (Komunis-Kapitalis) ,  sebenarnya kita dapat melihat 
benang merah logika rasional-nya yang dengan jelas menunjukkan adanya suatu 
"SHIFT" strategy Geopolitik yang kelihatannya dimotori Singapura.


bst rgrd,
Arpah.

Kirim email ke