Artinya pemimpin negeri ini emang sudah rusak parah cara pikirnya ya? Saling 
tolong-menolong demi enaknya diri sang pemimpin.

Pantesan negaranya sulit maju, pemimpinnya rusak rupanya.....

Terlepas dari itu, kalau memang pemimpin itu merasakan sebagian rakyatnya masih 
menderita, ya akan lebih bijak kalau dijual saja mobil itu untuk bantu rakyat 
miskin, rugi sekali ini karena menjual mobil gak apa lah, yang penting 
perawatan dan pajaknya jadi kecil juga. Sekalian beliin mobil yang 1500 cc saja 
biar ngirit bensin, kata mereka kita suruh berhemat bukan??



--- In [email protected], "Suhaimi" <suha...@...> wrote:
>
> Bung Subhan Toba.
>
> Terima kasih atas tanggapannya,
>
> Selanjutnya tanggapan saya sebagai berikut :
>
> 1. Harusnya kalau memang peduli dengan nasib bangsa ini, maka seharusnya saat 
> anggaran pembelian mobil tsb diajukan oleh pemerintah ke dewan 
> nah...disitulah harusnya dipersoalkan.
> 2. Bisa saja sang wakil ketua DPD RI tsb ngeles, habis DPD pan tidak masuk 
> dalam domain masalah anggaran loh...is OK saya paham, namun bukankah DPD RI & 
> DPR RI itu ngantor dalam satu komplek sehingga apapun informasi yang terjadi 
> saling mengetahui !
> 3. Begitu pula dengan para anggota DPR RI saat ini misale mereka pasti juga 
> akan ngeles persetujuan atas anggaran pembelian mobil tsb pan disahkan oleh 
> DPR RI periode lalu so, kami ga tahu apa-apa koq !
> 4. Begitu pula kalau dipersoalkan ke sekretariat negara, mereka juga pasti 
> akan ngeles juga, abis anggarannya dah disetujui sehigga kami cuma 
> melaksanakan doangan so, kalo kami ga laksanakan, maka kami akan 
> dipermasalahkan dll dll dll.
> 5. Lah kalau seperti itu pola pikir para pemimpin negeri ini, Masya'allah ! 
> gimana mo benar, para pemimpin negara ini bukan hanya sebatas 
> SBY-Boediono-Sri Mulyani loh..., para anggota DPR; DPD; Menteri juga adalah 
> bagian dari pemimpin negeri ini !
>
> Demikian Bung Subhan Toba, semoga dapat dimengerti apa yang ingin saya 
> sampaikan.
>
> Salam hangat,
> Suhaimi

Kirim email ke