Sebenarnya Saya SANGAT KASIHAN dengan saudara2 kita anggota POLRI. Apalagi kalau pas lagi hujan2 atau terik matahari, mereka rela di bawah hujan, panas dan di tengah Asap kendaraan mengatur lalu lintas.
Saya menyadari sepenuhnya TEKANAN yang mereka hadapi sehari2 sebagaimana penjelasan Prof Satjipto Rahardjo tersebut seperti : - Kejahatan dan aneka pelanggaran hukum - Bekerja dalam jalur Komando - Masalah dalam kehidupan keluarganya Namun menurut saya ada SATU FAKTOR LAGI yang juga sangat mempengaruhi TEKANAN pada mereka. Yaitu SEJENIS KORUPSI yang sudah membudaya dan mengakar dalam lingkungan POLRI. Saya sering mendapat informasi dari kawan dan saudara saya (yg Perwira POLRI juga), bahwa pada SETIAP PELUANG KARIR-nya, mereka harus MENYEDIAKAN SEJUMLAH UANG yang tidak sedikit jumlahnya, bisa PULUHAN bahkan RATUSAN JUTA RUPIAH. Pada akhirnya untuk NYAUR 'utang', ya mereka harus menjadi BACKING bagi preman, tindakan ilegal dsb supaya ada PEMASUKAN untuk MEMBIAYAI KARIRnya. Keliatannya ini sebuah SISTEM, bukan semata2 oknum. Sejak pertama kali PENERIMAAN masuk sampai pada SETIAP PENDIDIKAN2 KARIR, mereka harus mengeluarkan sejumlah uang. Lha bagi yang benar2 TIDAK BISA LAGI CARI UANG bagaimana nasib karirnya???? Akhirnya STRESS juga ... Kabarnya KAPOLRI akan mem-PSIKOTEST segenap jajarannya, tapi apa itu akar masalahnya? Menurut saya. SEGERA PERBAIKI SISTEMnya secara MENDASAR sampai pada AKAR PERMASLAHANNYA. Berantas secara TULUS itu KORUPSI yang tidak selayaknya ada di sebuah Lembaga yang akan juga bertugas MEMBERANTAS KORUPSI. Seharusnya pak Ketua KPK (Pak RUKI) yang mantan KAPOLRI bisa memulai PENBERANTASAN KORUPSINYA dari tubuh POLRI. Karena suatu FENOMENA (misalnya STRESSnya pak Pulisi) bisa jadi sebenarnya adalah sebuah refleksi dari sebuah PERMASALAHAN yang KOMPLEKS. Maspri --- In [email protected], "Agus Hamonangan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Perlu Solidaritas Antaranggota > http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0703/16/daerah/3393212.htm > ==================== > > SEMARANG, KOMPAS - Karena harus berhadapan dengan tiga masalah > sekaligus, polisi merupakan profesi yang penuh dengan suasana stres. > Untuk mengatasi stres itu diperlukan solidaritas dan saling > pengertian, baik dari antaranggota maupun dari atasannya. > > Pakar hukum dari Universitas Diponegoro Semarang, Prof Satjipto > Rahardjo, Kamis (15/3), menyatakan, tiga masalah utama yang selalu > dihadapi seorang anggota Polri adalah kejahatan dan aneka pelanggaran > hukum, bekerja dalam jalur komando, dan masih harus menghadapi > masalah kehidupan dalam keluarganya. Oleh karena itu, komunitas > polisi perlu bersama-sama mengatasi faktor-faktor stres ini. > > "Faktor-faktor stres itu memberikan kontribusi dalam pembentukan > kepribadian dan kinerja seorang polisi. Faktor-faktor itu juga tanpa > disadari menumbuhkan rasa tertekan dalam menjalankan profesi itu," > katanya. > > Kasus penembakan Ajun Komisaris Besar Lilik Purwanto oleh anak > buahnya, Brigadir Satu Martinus Hanche Christijanto (bukan Hance > Christianto), bisa diasumsikan sebagai ledakan akumulasi persoalan- > persoalan itu. Kepindahan Hanche ke Kepolisian Resor Kendal menjadi > pemicu meledaknya gunung es itu. > > Setiap polisi perlu menyadari situasi yang tidak bisa dihindari ini. > Untuk itu, komunitas polisi, baik horizontal maupun vertikal, perlu > saling menyadari bahwa mengatasi stres adalah "pekerjaan" bersama > polisi juga. > > "Misalnya di tingkat horizontal, jika ada rekan kerjanya menunjukkan > tanda-tanda tertekan dan lelah berlebihan, yang lain bisa bergantian > tugas. Seorang atasan juga perlu peka dengan kondisi bawahan. Jika > bawahan terlihat tertekan dan lelah, dia bisa meminta bawahan itu > untuk istirahat satu sampai dua hari," katanya. > > Sementara itu, penanganan kasus penembakan terhadap Lilik itu > sekarang ditangani Polda Jawa Tengah. "Kasus ini sudah ditangani oleh > Polda," kata Kepala Polwiltabes Semarang Kombes Guritno Sigit > Wiranto, yang enggan mengomentari lebih jauh kasus tersebut. > > Kepala Direktur Reserse Kriminal Polda Jateng Kombes Masjhudi yang > dihubungi secara terpisah semalam juga enggan berkomentar banyak > tentang perkembangan kasus tersebut. > > Jenazah Hanche kemarin dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum > Kedungmundu, Semarang. Jenazah sempat disemayamkan satu hari di rumah > duka yang terletak di asrama polisi Kabluk, Gayamsari. > > Pihak keluarga yang terpukul atas peristiwa itu tak mengizinkan > wartawan mendekat ke rumah duka. (AB4/AB1/CHE) >
