mendominasi berita2 di Indonesia. Sedih melihat begitu banyak rakyat kecil secara MASSAL menjadi korban.
Walaupun secara hukum banyak di antara rakyat kecil yang memang bersalah dalam sengketa2 hukum, tetapi kesalahan mereka lebih banyak disebabkan oleh KETIDAKTAHUAN mereka dan KELALAIAN aparat dalam pendidikan hukum. Artinya jika diurut-urut ke belakang mata rantai kesalahan2 ini dari muara kembali ke hulu, sumber kesalahan di hulu ternyata pada ketidak becusan aparat pemeritah. Tadi pagi ada berita penggusuran rumah2 di Cibereum, Cisarua, yang memicu perlawanan secara histeris oleh pemilik rumah2 tsb. Kemaren ada berita histerisnya para keluarga seorang tersangka perampokan yang mati dipenjara (diduga disiksa polisi). Dulu s.d. sekarang ada berita penambahan tanah Singapura, konon hasil penyelundupan pasir. Jangan tanya berita polisi lawan polisi. Lapindo? Sst, para pejabat2 terkait lumpur Lapindo sudah bosan dengar berita2 lumpur Lapindo. Mungkin saja benar para pemilik rumah2 di Cibereum mendirikan rumah secara ilegal. Tetapi kok sampai segitu lama dan sampai ada yang membangun rumah mewah di atasya, baru ada penggusuran? Pemerintah perlu membuat UU yang mewajibkan pemilik tanah mengganti rugi secara penuh bangunan 'liar' di atas tanahnya plus mengganti biaya tanah di lokasi baru apabila selama lebih 10 tahun, si pemilik tanah waktu itu (bukan pemilik tanah yang baru) membiarkan bangunan 'liar' tsb berada di atas tanahnya. Jangan pula tanya koruptor2 yang merampas duit hasil jual tanah milik rakyat ke pihak Singapura. Jangan karena mentang2 si penjual sama2 satu ras, eh sama2 satu bangsa, cuma si pembeli tanah doang yang disalahkan. Kan dalam bisnis seks, yang disalahkan biasanya si penjual, buka si pembeli? :-) Memang benar orang Indonesia terkenal ramah-tamah dan berbudi luhur kepada teman2, kerabat2 dan komplotan sendiri :-) Salam
