Mas Gendheng Suhaimi yg ora gendeng, aku cuma mau ngomentari hadis yang anda kutip...
sengertiku.. kata penghidupan .. kurang tepat disitu... krnbisa lebih mengarah soal kekayaan...,mutu materi.. yang aku hayati ..kalimat nya "siapa yg hari ininya sama dengan kemarin... dia merugi.. yg hari ininya lebih buruk dr kemarin dia mendholimi dirinya Aku menghayatinya.. betapa kitra harus mempunyai bahasa jawanya "achievement motivation ".. rasa selalu ingin berpestasi... bukan keinginan utk lebih kuasa ( power motivation ) atau keinginan utk mendapatkan kesenangan .yg ini aku lagi lupa bhs jawanya.. Begitulah Islam menghendaki... kita terus menggali ilmu... kita menaikkan mutu kwaliti kita ... Lepas dr penghidupan hari hari yg susah.atau senang . secara kwalitas diri kita harus terus lebih meningkat.. jadi muslim yg lebih berkwalitas... jadi manusia yg lebih bermakna bg masyarakat.. dst nya.. kalau tiap hari hari nggak maju... itu namanya meruigi... kalau mundur... kita dholim pd diri kita sendiri ( nggak setujukata terkutuk., tapi ya kita mendholimi diri kita sendiri.) . begitu lho pemahamanku mengenai hadis ini. Jadi mirip yg berpendpaat.. bhw motif utama utk orang yg mau maju.. adalah motif mau berprestasi.... sayangnya tampaknya motip yg dominan di negeri ini ialah mau kuasa dan mau senang senang. Salam Hnaiwar. >Sementara itu Pak. mayoritas bangsa kita ini beragama Islam kan Pak. ? >Nah, saya sering dengar ceramah entahkah itu lewat TV, lewat Khotba Jum'at >juga melalui TOA Mesjid dan Musholah sering dikatakan salah satu ajaran >dasar Islam itu adalah : >"Barang siapa yang hari ini Penghidupannya lebih baik dari hari kemaren, >maka ia adalah termasuk orang yang beruntung" >"Barang siapa yang hari ini Penghidupannya sama saja dengan hari kemaren, >maka sungguh ia termasuk orang yang merugi" >"Barang siapa yang ini Penghidupannya lebih buruk dari hari kemaren, maka >sungguh ia termasuk orang yang terkutuk" >Apakah hal itu ada keterkaitanya dengan musibah dan bencana negeri kita >ini Pak ? > >Mohon pencerahannya Bapak..... > >Wassalam, >Ki Gendheng Suhaimi
