Yang tak dipercayai itu bukan rakyatnya, Pak Condro, melainkan karena 
penyumbang di Wikipedia itu anonim dan tak jelas siapa saja atau berapa orang. 
Dalam konvensi ilmiah, jika kita mengutip data, kita harus bisa 
mempertanggungjawabkan sumbernya. KIta mesti bisa mengakatan, "menurut si A 
dalam..." atau "seperti dikemukakan B di ..." Kalo enggak, orang seenaknya saja 
main kutip pernyataan orang lain. Harus dibedakan antara kehendak untuk bekerja 
dengan cara tertib dan jujur dengan elitisme. 
   
  Tapi, mungkin jika Anda alergi dengan Perguruan Tinggi, bisa usul namanya 
diganti saja dengan Perguruan Rendah. Ini bukan zamannya lagi bikin 
dikotomi-dikotomian macam "perguruan tinggi vs rakyat". Secara tak disadari, 
dengan membuat binerisme seperti ini, kita selalu menempatkan rakyat dalam 
hirarki yang lebih rendah. Apakah orang-orang yang bekerja dan sekolah di 
perguruan tinggi itu lalu berhenti jadi "rakyat" setelah masuk di perguruan 
tinggi?
   
  manneke

iscabus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  iscab:

Tambahn komentar,

Sebetulnya wikipedia sangat bagus untuk pencarian awal suatu istilah. 
Namun juga perlu lihat link-link yang terdapat di wikipedia. Karena 
informasi dari wikipedia berasal dari referensi yang terdapat dari link 
tersebut.

Kalau di perguruan tinggi tempatku kuliah sekarang, para Profesor pun 
terbagi dua antara yang pro wikipedia dan tidak terlalu pro wikipedia 
(kalau tidak mau dibilang kontra atau anti).

Yang pro wikipedia, biasanya institusinya rajin mengisi dan mengedit 
wikipedia. Yang tidak terlalu pro, tidak pernah mengisi dan mengedit 
wikipedia.

Namun kedua pihak sama-sama menyarankan mahasiswa untuk tidak mengambil 
definisi dari wikipedia jika tidak ada definisi lain dari jurnal ilmiah 
atau buku sebagai pembanding. Memang sih namanya perguruan tinggi 
memang sok elit, dan tidak percaya ensiklopedia rakyat semacam 
wikipedia.


Condro


Kirim email ke