Mematahkan Status Quo Imperialisme

Rilis Gerakan Rakyat (Gerak) Jawa Tengah


Kalimat di atas merupakan salah satu judul tulisan yang pernah dibuat oleh 
Almarhum Prof. Dr. Satjipto Rahardjo, SH. Dalam tulisan tersebut beliau 
menyatakan bahwa tantangan bagi hukum progresif adalah keadaan Status Quo, 
suatu keadaan dimana segala sesuatu tetap dipertahankan. Pesan beliau adalah 
agar kekuatan hukum progresif bersatu untuk menolak dan mematahkan status quo 
tersebut. 


Pesan itu masih amat sangat relevan dilakukan di tengah-tengah persoalan yang 
dialami masyarakat Indonesia saat ini yaitu kemiskinan. Inilah persoalan umum 
masyarakat indonesia yang harus dijawab oleh kekuatan-kekuatan hukum progresif.

Namun disaat pesan itu belum terlaksana hingga saat ini, beliau telah 
meninggalkan kita terlebih dahulu untuk selamanya. Semoga beliau pergi dalam 
kedamaian, Amin. 

Kepergian beliau tentu saja tidak untuk terus-menerus ditangisi apalagi sampai 
meninggalkan penderitaan bagi yang ditinggalkan, namun yang lebih penting 
adalah mengamalkan apa-apa yang menjadi pemikiran progresif beliau untuk 
kemaslahatan banyak orang.

Persoalan rakyat disaat kepergian Prof. Tjip

Hamparan tanah yang subur, lautan yang luas, minyak dan gas bumi, semua itu 
merupakan syarat-syarat yang ada bagi terpenuhinya kebutuhan dan kesejahteraan 
masyarakat. Di Negeri Indonesia yang kita cintai ini semua itu tersedia. Namun 
mengapa banyak Rakyat Indonesia justeru mengalami kemiskinan?
Imperialisme (kapitalis monopoli) adalah penyebab terjadinya persoalan 
tersebut. Salah satu tujuan dari Imperialisme adalah memperoleh bahan mentah 
untuk kepentingan produksi bagi negara imperialis. Hal itu termanifestasikan 
dalam bentuk penguasaan kekayaan alam di sektor pertanahan, perkebunan, migas 
dll. Pengusaan itu sendiri dilakukan secara langsung atau melalui tuan-tuan 
tanah serta pengusaha-pengusaha besar yang mengabdi pada kepentingan imperialis 
(borjuasi komprador). Penguasaan secara langsung dapat dilihat dari keberadaan 
perusahaan seperti Freeport, Exxon Mobile, Chevron, Newmont dll. Sedangkan 
penguasaan tidak langsung adalah seperti perusahaan perkebunan besar swasta, 
Perhutani, PTPN dll, yang memproduksi barang-barang komoditas berorientasi 
pasar ekspor
selengkapnya
http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2010/01/mengenang-prof-dr-satjipto-rahardjo-sh.html
 

 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke