Saya setuju bahwa kedua faktor tersebut mempunyai peran yang sangat
dominant dalam keberhasilan suatu masyarakat, yang pada dasarnya
tentu faktor tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan,
seperti iklim, history etc. Iklim yang memiliki 4 musim sudah tentu
tidak akan mengizinkan masyarakatnya berleha-leha, dalam arti,
barang siapa yang tidak memenuhi persyaratan untuk melalui musim
dingin, sudah dapat dipastikan akan segera punah kedinginan dalam
waktu singkat. Begitu pula dengan history, negara Israel tentu satu
contoh yang sangat tepat, selain usia hidup bermasyarakat nya jelas
jauh lebih panjang dari pada beberapa negara lain, tapi tempaan yang
mereka senantiasa hadapi dari seluruh musuhnya justru telah
membentuk masyarakatnya sangat matang dalam banyak bidang. Hal-hal
tersebut diatas, sayangnya tidak pernah merupakan faktor penting
yang telah menempa moral bangsa kita. Tidak keliru, bila beberapa
pengamat pernah mengatakan bahwa moral kita sekarang sedang sakit
parah. Menurut saya yang lebih parah lagi adalah, pemegang kebijakan
sekarang ini tengah begitu sibuk (atau diizinkan sibuk) dengan
urusan yang tidak ada ujung pangkalnya, hingga bagi mereka keadaan
negara ini ok-ok saja .. luar biasa !! Ujung-ujung nya, kelompok
yang peduli dan nggeh akan hal ini, selalu adalah kelompok yang
salah, alias rakyat biasa kaya kita ini, yang tiap harinya cuma
disuguhi "monkey theater" dari kawasan senayan, atau "ridiculous
statement" seperti: "jalanan Jakarta tidak akan macet kalo sektor
riil nya tidak bergerak" atau "kita bangun 1000 tower rusun (harga
jual 90 – 140 juta/unit) agar hunian bantaran kali Jakarta, berikut
banjirnya berkurang". Namun secara jujur harus diakui, karena saya
hingga kini masih belum dapat melakukan sesuatu, berarti saya
termasuk yang moralnya sedang parah .. ?
Salam,
Bodo


--- In [email protected], john simon
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mas Haniwar, menurut saya yang membedakan sebenarnya ETOS KERJA
dan INSECURE FEELING.
>
> Sudah terbukti bahwa orang atau kelompok yang mempunyai Etos Kerja
tinggi, disiplin, ulet dan mau membanting tulang akan mencapai
sukses, setidaknya dibandingkan teman-teman atau kelompok lain yang
pasrah, "nrimo", pesimis dalam hidupnya.
>
> Faktor kedua juga demikian. Mengapa Israel yang nota bene
negaranya cuma "secuil" mampu eksis sampai hari ini, walaupun telah
mengalami berbagai perang dahsyat yang sebenarnya secara kuantitas
SDM sangat tidak seimbang? Anda sudah bisa menerka sendiri
jawabannya.
>
> Bukan salah Koes Plus ketika menciptakan lagu "Kolam Susu":
tongkat kayu di lempar ke tanah pun jadi tanaman...
>
> Salam.

Kirim email ke