Hehehe, nanti kalo jadi pengusaha semua, ujung-ujungnya malah jadi pada korup. Ciputra apa lupa ya dia jadi pengusaha itu mula-mulanya pada zaman siapa? Bikin Pantai Indah Kapuk dulu dibeking ama siapa? Sampai-sampai proyek yang jelas-jelas menghancurkan lingkungan pun bisa lolos. Saya lebih suka lulusan PT di negeri ini jadi pegawai dan pekerja semua daripada jadi juragan tapi kerjanya menghancurkan lingkungan hidup. Bencana Porong-Sidoarjo itu bukti konkret lho. Makasih Pak Sulaeman. Saya punya perasaan sedikit sekali orang yang sepakat dengan pemikiran kita ini. Rata-rata sudah terjebak dalam kesalahkaprahan kronis tentang fungsi PT, termasuk juga pemerintahnya serta departmene pendidikan nasionalnya sendiri. manneke
--- On Mon, 1/25/10, Sulaeman_H. <[email protected]> wrote: From: Sulaeman_H. <[email protected]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Lulusan PT Hanya Jadi Pencari Kerja To: [email protected] Received: Monday, January 25, 2010, 11:37 AM Betul Pak Manneke, PT sifatnya bebas, dalam arti dia tidak seharusnya dibebani untuk mencetak jebolan siap kerja atau siap jadi majikan karena PT bukan sekolah kejuruan. Tapi PT harus bisa memberikan dasar-dasar ilmu-pengetahuan dan pendidikan yang cukup memadai kepada anak didiknya sehingga kelak kalau mereka keluar dari PT cara-cara berfikir ilmiah yang pernah diasah dan dikembangkan semasa di bangku kuliah bisa terus dibawa dan diadaptasikan dalam memecahkan tantangan hidup di masyarakat dan dalam pekerjaan, baik sebagai pekerja ataupun sebagai pencetak lapangan kerja. Mengharapkan jebolan perguruan tinggi untuk bisa menjadi pengusaha atau pencetak lapangan kerja terutama dalam situasi dunia bisnis di negeri kita yang kurang sehat akibat kekurang-berhasilan pemerintah dalam menjaga iklim bisnis yang lebih kondusif hanyalah menambah beban mental buat para lulusan baru. Mungkin Ciputra bisa ngomong demikian karena dia sendiri kebetulan sudah sukses. Tapi saya tidak tahu bagaimana dia bisa sukses apakah kondisi yang membuatnya sukses bisa digeneralisir/ diduplikasi buat semua orang, semua latar belakang hidup dan disegala zaman. Daripada mengamat-amati paara lulusan baru perguruan tinggi, kenapa tidak konsentrasi bagaimana mengupgrade sarjana-sarjana yang sudah berpengalaman kerja puluhan tahun dan memberi mereka peluang dan kemudahan proseddur serta birokrasi untuk membuka usaha baru atau usaha sendiri. ini nampaknya lebih masuk akal dan lebih fair daripada menyoroti alumni yang masih kencur baru lulus kemaren sore. Ciputra sendiri ngomong-ngomong berapa orang sih pekerjanya yang sudah bisa dia mandirikan membuka perusahaannya sendiri dan jadi pesaing bisnisnya? kalau mau mentargetkan 4.4 juta pengusaha, seharusnya orang yang sudah pengalaman kerja lebih dari 15 tahun yang harus digarap pemerintah disediakan jalan lebar diplot dan ditraining untuk alih profesi dari sekedar karyawan menjadi usahawan dan bukan malah sasarannya mengomentari lulusan masih bau kencur. Tentu kalau lulusan kencur ada yang punya nyali untuk jadi pencipta kerja ya harus diapresiasi banyak-banyak dan lebih dipermudah fasilitasnya. SH
