PERNYATAAN
SIKAP

PERHIMPUNAN
RAKYAT PEKERJA

Nomor:
187/PS/KP-PRP/e/I/10



Mengecam
keras tindakan intimidasi, represi, dan penangkapan anggota FOR
Indonesia!
Bangun
Persatuan Gerakan Rakyat anti Neoliberalisme!






Salam
rakyat pekerja,
        Aksi
Front Oposisi Rakyat Indonesia, atau yang dikenal sebagai FOR
Indonesia, pada tanggal 28 Januari 2010 dengan
mengangkat tema “GANTI REZIM, GANTI SISTEM” telah
dilaksanakan. FOR Indonesia pada momentum Lima
Tahun Seratus Hari pemerintahan kapitalis menyatakan secara serentak
di beberapa kota di indonesia, bahwa Rezim Neoliberal telah gagal dan
membutuhkan alternatif dari sistem yang menindas itu. Namun aksi-aksi
yang dilakukan oleh FOR Indonesia di beberapa
kota, termasuk di Jakarta, terjadi bentrokan dengan aparat
kepolisian. Hal ini dapat terjadi karena dari sejak awal, dua hari
sebelum dilaksanakannya aksi tersebut, aparat kepolisian telah
melakukan provokasi dan intimidasi terhadap FOR Indonesia.
        Di
Jakarta, bahkan terjadi upaya pembubaran terhadap massa aksi dari FOR
Indonesia, sehingga terjadi pemukulan dan penangkapan.
Dua orang anggota FOR Indonesia dari elemen
Komite Persiapan Persatuan Pergerakan Buruh Indonesia (KP-PPBI) dan
Kesatuan Perjuangan Organisasi Pemuda (KPOP) ditangkap dan sempat
ditahan beberapa jam di Polda Metro Jaya.
        Pemukulan
dan penangkapan terhadap dua orang anggota FOR Indonesia
sebenarnya hanya merupakan salah satu bentuk intimidasi dan represi
dari Rezim Neoliberal. Sebelumnya, bahkan beberapa anggota FOR
Indonesia dari Bandung telah di-sweeping oleh
pihak kepolisian untuk mencegah mereka sampai ke Jakarta. Demikian
juga yang tergadi di Tangerang, dimana Kepolisian mengintimidasi
perusahaan-perusahaan bus agar tidak mengangkut massa FOR
Indonesia ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasinya.
Jika kita berjalan-jalan di Jakarta, maka sepanjang jalanan Jakarta
telah dipenuhi berbagai macam spanduk baik dari kepolisian maupun
organisasi massa tertentu yang muatannya sangat intimidatif.
        Hal
tersebut dilakukan tentunya agar perlawanan atau aksi pada tanggal 28
Januari dapat digagalkan. Namun aksi pun tetap dilakukan oleh FOR
Indonesia walaupun seringkali diterpa
tindakan-tindakan intimidasi dan represif dari aparat kepolisian.
Perlawanan terus digelorakan oleh FOR Indonesia
agar rezim SBY yang korup dapat digantikan dan sistem Neoliberalisme
dapat dihancurkan. 

        Pemukulan
dan penangkapan dua orang anggota FOR Indonesia telah
merupakan hasil provokasi dari aparat kepolisian yang melarang dan
mengganggu jalannya aksi tersebut. Hal ini kemudian menunjukkan bahwa
kepolisian sampai saat ini berperan sebagai penjaga keberlangsungan
rezim Neoliberal di Indonesia. Pihak kepolisian telah berkolaborasi
dengan apik dengan penguasa dan pemilik modal yang sudah terbukti
telah menyengsarakan rakyatnya.
        Kepolisian
seharusnya berperan sebagai lembaga yang mengayomi dan melindungi
rakyatnya. Kepolisian seharusnya berpihak kepada gerakan rakyat yang
melawan penindasan akibat sistem Neoliberalisme. Hal ini dikarenakan
kepolisian juga merupakan korban dari sistem penindasan yang
dilakukan oleh Neoliberalisme. Keluarga anggota kepolisian tentunya
memiliki permasalahan yang sama dengan rakyat lainnya. Sistem kerja
kontrak-outsourcing tentunya juga dialami oleh keluarga anggota
kepolisian, tingginya biaya pendidikan dan kesehatan juga sebenarnya
menjadi permasalahan keluarga aparat kepolisian, dan yang lainnya.
        Perlawanan
yang dilakukan oleh FOR Indonesia tentunya tidak akan berhenti
hanya pada tanggal 28 Januari 2010. Perlawanan yang dilakukan oleh
FOR Indonesia berkaitan dengan momentum Lima Tahun Seratus
Hari rezim Neoliberal menjadi awalan persatuan gerakan rakyat untuk
melawan Neoliberalisme. Selama pemerintahan yang berkuasa masih saja
menganut atau menjunjung tinggi Neoliberalisme, maka rakyat Indonesia
tidak akan pernah sejahtera. Hanya dengan SOSIALISME rakyat
Indonesia akan sejahtera.
        Maka
dari itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP) menyatakan
sikap:
Mengecam
        keras tindakan intimidasi, represi, dan penangkapan terhadap anggota
        FOR Indonesia di seluruh Indonesia
        Menuntut
        pembebasan tanpa syarat terhadap dua anggota FOR Indonesi
        yang ditangkap pada saat aksi hari ini ke Istana Negara.
        Bangun
        Persatuan Gerakan Rakyat melawan Neoliberalisme yang telah menindas
        dan menyengsarakan rakyat.


        
                
                
                
                        
                                
                                Jakarta,
                                28 Januari 2010
                                Komite
                                Pusat
                                Perhimpunan
                                Rakyat Pekerja
                                (KP-PRP)
                        
                
                
                        
                                Ketua
                                Nasional
                        
                        
                                Sekretaris
                                Jenderal
                        
                
                
                        
                                ttd.
                                (Anwar
                                Ma'ruf)
                        
                        
                                ttd.
                                (Rendro
                                Prayogo)
                        
                
        







filtered {margin:0.79in;}P {margin-bottom:0.08in;}-->___*****___Sosialisme 
Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja!
Sosialisme Solusi Bagi Krisis Kapitalisme Global!
Bersatu Bangun Partai  Kelas Pekerja!

Komite Pusat
Perhimpunan Rakyat Pekerja
(KP PRP)
JL Kramat Sawah IV No. 26 RT04/RW 07, Paseban, Jakarta Pusat
Phone/Fax: (021) 391-7317
Email: [email protected] / [email protected] / [email protected]
Website: www.prp-indonesia.org




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke