http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0703/20/utama/3397601.htm ======================
Jakarta, Kompas - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar M Jusuf Kalla menegaskan, partai yang dipimpinnya itu bukan "bungker" (tempat persembunyian) bagi koruptor. Karena itu, mereka yang masuk ke Partai Golkar hendaknya tak berharap dapat berlindung dari jangkauan aparat penegak hukum. "Partai Golkar bukan bungker koruptor. Golkar justru harus menjadi pelopor pembaru bangsa dan penopang demokrasi sehingga bangsa dapat hidup sehat," ujar Kalla yang juga Wakil Presiden pada pembukaan rapat kerja nasional kader fungsional Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) di Pondok Gede, Jakarta, Senin (19/3) malam. Dengan menegaskan Partai Golkar bukan tempat berlindung bagi koruptor, Kalla, yang juga Ketua Dewan Pembina AMPI, meminta kepada anggota AMPI tak menjadikan organisasi itu juga sebagai bungker atas kejahatan yang dilakukan anggotanya, yang sebagian adalah birokrat. Sebelumnya, Ketua Umum DPP AMPI Fachri Andi Laluasa memaparkan, sekitar 80 persen kader AMPI adalah pegawai negeri sipil, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, hingga desa. Rakernas itu dihadiri sekitar 500 pengurus dari seluruh Indonesia. Sejumlah pejabat hadir, seperti Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Sumarsono, dan sejumlah pengurus Partai Golkar. "Birokrat jangan masuk AMPI untuk bisa berlindung dari polisi. Seperti Golkar, AMPI bukan tempat perlindungan bagi mereka yang berbuat salah," ujar Kalla. Penegasan Kalla ini menjadi bermakna karena pekan lalu Bupati Kutai Kartanegara Syaukani Hasan Rais, yang juga pengurus Partai Golkar, ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi karena dugaan korupsi. Pernyataan ini menjadikan hukum juga bisa ditegakkan untuk kader Partai Golkar yang melakukan korupsi. Kalla juga membuka wawasan tak terbatasnya peluang menjadi pengusaha, terutama karena diberikannya kemudahan pembiayaan oleh perbankan. (inu)
