Bongkar Konspirasi Pengkambinghitaman Tuhan!

Mei 2010 ini, sudah empat tahun semburan lumpur Lapindo menenggelamkan tanah 
dan rumah ribuan waga Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Bukan hanya rumah dan tanah 
yang hancur, melainkan juga harapan akan hidup sehat juga terancam. Sejak 
munculnya semburan lumpur, warga Porong dipaksa untuk menghirup udara beracun 
dan menggunakan air yang tercemar.

 

Siapa yang harus bertanggungjawab? Pemerintah dan DPR sudah sepakat bahwa 
lumpur Lapindo adalah fenomena alam dan tidak terkait aktivitas pengeboran. 
Artinya, mereka sepakat untuk mengkambinghitamkan Tuhan dalam kasus semburan 
lumpur di Sidoarjo.

Dengan satu suaranya DPR dan pemerintah untuk mengkambinghitamkan Tuhan dalam 
kasus semburan lumpur di Sidoarjo itu diharapkan tidak ada lagi yang 
‘menganggu’ Lapindo untuk bertanggung jawab atas tragedi kemanusiaan itu.

 

Namun, temuan terbaru para pakar geologi dunia seakan menjungkirbalikan 
konspirasi pengkambinghitaman Tuhan dalam kasus lumpur Lapindo.  Para ilmuwan 
geologi dunia kembali menemukan bukti bahwa semburan lumpur di Sidoarjo tidak 
terkait dengan gempa yang terjadi di Yogyakarta. Semburan lumpur itu, menurut 
para ilmuwan, seperti yang dimuat di The Journal Marine and Petroleum Geology, 
terkait dengan kegiatan pengeboran yang dilakukan oleh PT. Lapindo Brantas. 
Kabar terbaru itu kemudian dimuat di berbagai media massa di Indonesia 12 
Februari 2010.

 

Sebelumnya, mayoritas para pakar geologi yang bertemu di Cape Town, Afrika 
Selatan juga sepakat bahwa luapan lumpur di Sidoarjo adalah akibat proses 
pengeboran bukan bencana alam seperti yang selama ini diyakini pihak Lapindo 
dan pemerintah Indonesia. Bahkan dokumen rahasia PT. Medco, salah satu mitra 
PT. Lapindo Brantas dalam ekplorasi gas di blok Brantas, juga mengungkapkan 
bahwa semburan lumpur di Sidoarjo terkait dengan pengeboran. Dokumen itu kini 
telah tersebar luas di internet.

 

Akankah para pengambil kebijakan di pemerintahan dan DPR tetap bersikeras untuk 
tetap pengkambinghitamkan Tuhan dalam kasus semburan lumpur di Sidoarjo? Ironis 
memang, di negeri yang mengaku berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa, Tuhan pun 
bisa menjadi kambing hitam atas terjadinya sebuah tragedy kemanusiaan.

 

sumber: 
http://polhukam.kompasiana.com/2010/02/23/bongkar-konspirasi-pengkambinghitaman-tuhan/

 




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke