Saya sangat setuju segala sesuatu diserahkan kepada ahlinya. Artinya sesuai
dengan bidangnya masing-masing. Kalau ahli ekonomi ya kita bicara seputar
CBA masing-masing alternatif energy baik itu yang bersifat nyata atau tidak
nyata. Kalau ahli Lingkungan ya berbicara seputar dampak dan manfaat setiap
alternatif, Ahli ketahanan negara ya berbicara seputar maruah dan martabat
bangsa jika punya PLTN atau tidak punya. Nah kalo Teknologi PLTN dan
jenisnya ya tentunya Batan, Ristek, Bapeten dan institusi terkait lainnya
yang mafhum membicarakannnya.

Sehingga semuanya dapat  berbicara dari perspektifnya masing-masing, tidak
langsung menuding ya atau tidak padahal dia bukan ahlinya untuk itu
(membaca dan mendengar tidak sama dengan yang melakukan ? maka perlu ditanya
kompetensi masing masing dulu baru kita bisa bicara secara apple to apple
comparison communication).

Saya tidak melihat doktrinisasi dari pihak pro PLTN tapi justru kata itu
muncul dari pihak anti PLTN. Maaf saya tidak mau menggunakan kata pro nuklir
dan anti nuklir, karena di aspek lain peranan nuklir tidak ada keraguan lagi
(kesehatan, industri, pertanian dll).

Serahkanlah segala urusan kepada ahlinya

M.I. Hussein
Maju Terus Bersama PLTN





2010/2/19 MANUSIA - Masyarakat Antinuklir Indonesia <[email protected]
>

>
>
>
>
> Hhmmmm… aneh.. jawabannya nggak sesuai perilakunya atau
> realita lapangan….
>
> Kalau multi dimensi…. kompleks, ada sisi ketahanan negara,
> sisi ekonomi, sisi lingkungan, politik dalam negeri, blablabla… berarti kan
> nggak cuma urusan fisikawan, insinyur teknik nuklir, dan sejenisnya.. tapi
> juga
> urusan ahli ketahanan negara, ahli ekonomi ahli lingkungan, ahli politik,
> ahli
> sospol, ahli kesehatan, dll. Berarti semua orang atau ahli itu bisa ikut
> ngomong. Tapi kok orang2 (fisika) nuklir (baca: BATAN/BAPETEN/ RISTEK)
> cenderung
> menganggap rencana PLTN ini urusan mereka sendiri dan mendoktrin masyarakat
> supaya “Serahkan pada ahlinya!!” yang maksudnya tak lain “serahkan
> keputusannya
> pada ahli (fisika) nuklir” dan sejenisnya.
>
> Trus kalau masyarakat memprotes secara resmi dan terbuka (lewat
> pernyataan sikap, siaran pers, dll) kenapa dihujat habis-habisan sambil
> dibodoh-bodohin,
> “EMANGNYA TAU APA ITU RADIASI????”, atau “DOKTORNYA APA dan TESISNYA
> APA??”. Memangnya ahli
> ketahanan negara pasti tau radiasi?? Memangnya supaya bisa urun-rembuk soal
> PLTN harus punya gelar doktor?
>
> Lalu, kok yang bilang “multifacet” dan "prihatin bila urusan PLTN
> diminimalisir jadi satu hal saja" justru meminimalisasi pihak yang berhak
> mengurus PLTN ini dengan bertindak
> membodoh-bodohi kami (kelompok dari dimensi non-nuklir)? ??? Dan ketika
> para pendukung nuklir yang lain ikut-ikutan menghujat
> habis-habisan, kok yang bilang ini “multi dimensi” juga tidak membela
> kami?????
> Padahal saat teknologi nuklir “diserang”, pembelaannya muncul hari itu
> juga….
>
> Dan kalau multi dimensi, kok saya tidak menemukan di dalam naskah deklarasi
> 5 LSM pronuklir itu alasan
> lain yang sangat kuat atas ide DIWAJIBKANNYA KEHADIRAN PLTN kecuali soal
> krisis
> energi dan perubahan iklim?
> Padahal naskahnya sudah dijaga teramat ketat agar tidak ada anasir-anasir
> antinuklir yang bisa mempengaruhinya, termasuk saat
> pendeklarasiannya?Anyway, sebenarnya saya senang bahwa akhirnya nuklir itu
> diakui bersifat multidimensi, tapi tetap saja berbagai ironi itu membuat
> saya bertanya-tanya, "ini jawaban ngeles karena nggak punya jawaban atas
> pertanyaan pak Guntoro atau gimana? Atau ini memang cerminan bahwa hak hidup
> PLTN jauh lebih penting daripada hak (hidup) manusia?!Dian Abraham



------------------------------------

=====================================================
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :

1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS

2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ , 
http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/

3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke 
anggota

4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected]

5.Untuk bergabung: [email protected]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke