Salam,
Setuju sekali mengenai pemasangan CCTV dan yang harus dibeli adalah 
yang PALING mahal karena ini adalah KESEMPATAN obyekan baru untuk 
SELURUH bandara di Indonesia.
Tetapi Anda jangan kecewa, kalau nanti sudah terpasang, tidak bisa 
beroperasi karena tidak ada "film" atau listrik mati atau alasan 
lain.Barisan Pemadam Kebakaran di Bandara juga selalu standby tetapi 
kalau terjadi crash landing, mungkin orangnya ada, tetapi bensinnya 
habis, atau bannya kempes dst. Yang pasti tidak ada CO2 atau busa 
seperti yang terjadi di Yogya dengan pesawat GA-200 .
Wasalam,
Wal Suparmo


--- In [email protected], "Dwiyatno Rumlan" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ketika terjadi hardlanding Garuda di jogjakarta tempo hari 
sehingga menyebabkan kebakaran, tidak pernah terlihat tayangan vedio 
saat-saat pesawat mendarat. Yang ada adalah tayangan video pesawat 
yang terdampat di sawah dan mulai terbakar. Sementara peristiwa 
hardlandingnya hanya direkonstruksi dari cerita saksi mata saja. 
> 
> Dari fakta yang terjadi selama ini, kebanyakan kecelakaan pesawat 
terbang terjadi pada saat take-off ataupun landing. Oleh sebab itu 
perlu difikirkan  untuk memasang CCTV ataupun video kamera untuk 
mendokumentasikan pesawat yang tengah take-off dan landing. Data 
rekaman tersebut tentunya sangat berguna, terutama bilamana terjadi 
kecelakaan pesawat saat take off ataupun landing, seperti yang 
terjadi di jogjakarta dan surabaya beberapa waktu lalu.
> 


Kirim email ke