Ada 2 kasus hangat yang kembali menenggelamkan KASUS BANK CENTURY yang menghangat yaitu:
1. KD 2. Priok Walaupun memuakkan tapi kasus Nomor satu tak perlu dibahas, bagi saya siapapun penggoda dan merampas suami orang lain adalah sampah. Tak perduli apapun alasannnya. Cinta yang tulus itu tak harus memiliki, menguasai. Kasus nomor dua sangat memuakkan dan ini perlu dibahas. Tanpa berpihak kepada pihak manapun saya berkata bahwa HUKUM harus ditegakkan. Bila rakyat biasa dipersenjatai atau bersenjata maka mereka bukan lagi rakyat tapi sudah jadi milisia dan bila mengampil paksa nyawa orang mereka adalah terorist. Para petugas itu hanyalah menjalankan tugas terlepas dari gayanya yang memuakkan mereka bertugas dan itulah tugasnya. Anda-anda tak setuju tapi bila tiba saatnya diundang Fauzi Bowo atau pejabat lain bersalaman tangan saja anda sudah menunduk-nunduk dan mengangguk-angguk... Bagi penduduk sekitarnya yang memang pendatang gelap tak memiliki hak untuk menempati tanah disana harus pindah. Dan untuk hal ini tak ada ganti rugi. Ganti rugi tak berlaku bagi mareka yang merampas hak orang lain. Siapapun orang lain itu mau perusahaan BUMN, Cukong China tak perduli. Tugas pemerintah adalah meneliti keabsahan dokumen yang ada dan dalam kasus ini tak ada maksud pembongkaran makam. Dan kalaupun ada so What . adalah hak pemerintah daerah untuk mengatur wilayahnya...mempercantik wilayahnya...kalau wilayahnya indh dan asri menambah pendapatakn daerah dan membuka lapangan kerja bagi penduduk disekitar lokasi. Dan kalau tindakan pemerintah itu salah silahkan perkarakan. Saya lihat orang-orang berkopiah membawa-bawa agama dan bertampang maaf ya "Arab" ujung-ujung bicara mengenai ganti rugi dengan harga kalkulasi dengkulnya. Emangnya ini di jalur GAZA. Seenaknya mengarang cerita...Indonesia itu punya Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak...lalu apakah semua ini ada mbah-mbahnya.Mbah Emas, Mbah Perak, Mbah Berlian Hutauruk, Mbah Jamrud Katulistiwa.dst. Lha mungkin saja mbah tk sapu disana dulu meninggal dan dikuburkan dibawah pohon beringin lalu dikembangkan cerita oleh pencoleng bahwa kalau bawa sesajen harus berupa duit.dan cerita mistikpun melebar .. Kalau itu memang bukan hak kita agama mana sajapun melarang kita memilikinya itu sama dengan merampas, mencuri. Lalu mengapa pula membawa-bawa senjata tajam? Mengapa "Islam" itu harus dipaksakan brutal, tak bermoral, tak berbudi dan tak intelek bagi sekelompok orang-orang brutal pencoreng "Islam" tersebut? Sungguh memalukan dan menodai. Saya tak perduli siapapun anda akan tetapi bila ada diantara anda yang memanasi situasi dan berlagak berpihak rakyat dengan membela kebrutalan mereka maka anda tak beda atau sama saja dengan mereka, dan anda adalah musuh dalam selimut, serigala berbulu domba. Menyerang petugas saat bertugas siapapun dia adalah salah. Jangan memutar balikkan masalah bagaimana bila dalam kesatuan anda ada yang disembelih rame-rame? Apakah anda harus tertawa-tawa dan lari tunggang langgang? Bagi orang-orang pengacau tak diperlukan rembuk.bagi mereka rembuk tak ada artinya,selama tujuan mereka belum tercapai..dan kalau ini dibiarkan akan jadi preseden, HUKUM harus ditegakkan.siapapun biang keroknya harus di tangkap dan mempertanggung jawabkan perbuatannya...Dan kalau mereka tak bisa patuh pada hukum NKRI silahkan saja cari negara lain,,,,,,,. OK cheers. [Non-text portions of this message have been removed]
