Sejatinya isu jaminan sosial akan menyentuh semua lapisan rakyat. Dari yang kaya raya sampai yang kere. Namun sayang, isu ini terkesan ada yg menutup nutupi dan dibuat tidak menjadi besar. Aksi 5 April di gedung DPR dihadiri lebih dari 10.000 buruh. Namun dibeberapa media hanya ditulis 1000 buruh. Bahkan saat aksi berlangsung, tidak terlihat dengan jelas media datang meliput. Bahkan muncul isu pada pagi harinya telah dilakukan briefing agar media tidak meliput. Entah isu tsb benar atau salah, yang pasti saat aksi berlangsung media yg biasanya banyak melakukan liputan tidak terlihat dengan jelas.
Pada 4 April 2010 17:09, Alex Simanjuntak <[email protected]> menulis: > > > 90% warga Indonesia yang menderita karena kesenjangan sosial seyogianya > bersama dengan buruh menuntut negara untuk meninggalkan neoliberalisme dan > mulai sungguh sungguh memperbaiki nasib rakyat > > Ancam Demo Besar-besaran > Buruh Tuntut Pengesahan Sistem Jaminan Sosial > Laporan wartawan KOMPAS Hamzirwan > Minggu, 4 April 2010 | 16:50 WIB > > R.A. KHAIRUN NISA > Ilustrasi buruh dari berbagai elemen berunjuk rasa. > > JAKARTA, KOMPAS.com - Isu jaminan kesehatan yang sempat memicu ketegangan > namun berakhir dengan pengesahan di Amerika Serikat kini menular ke Tanah > Air. Ribuan buruh akan turun ke jalan berunjuk rasa menuntut pengesahan > segera sistem jaminan sosial yang komprehensif. > > Demikian disampaikan Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia > (FSPMI) Said Iqbal di Jakarta, Sabtu (3/4/2010). Sebanyak 46 organisasi > serikat buruh dan kemasyarakatan bergabung dalam Komite Aksi Jaminan Sosial > turut mendukung aksi nasional yang akan berlangsung di 100 kabupaten/kota > dan 20 provinsi tersebut. > > Aksi akan mengusung tiga isu, yakni menuntut jaminan kesehatan seumur hidup > bagi seluruh rakyat Indonesia, jaminan pensiun seumur hidup bagi pekerja > formal, dan badan hukum badan penyelenggaran jaminan sosial sebagai wali > amanat bukan perseroan terbatas. Aksi akan berlangsung sejak hari Senin > (5/4/2010) hingga mencapai puncaknya pada Hari Buruh Internasional pada 1 > Mei 2010. > > Komite Aksi Jaminan Sosial berawal dari keresahan tak kunjung terlaksananya > amanat Undang-Undang Nomor 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. > Pemerintah terus mengulur pelaksanaan SJSN dan sampai sekarang malah belum > menentukan badan penyelenggara jaminan sosial Oktober 2009. > Pemerintah dan DPR juga harus mempercepat revisi Undang-Undang Nomor 3/1992 > tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Pemerintah harus merevisi sanksi bagi > pengemplang iuran Jamsostek untuk meningkatkan kepatuhan peserta. > Sanksi yang selama ini berbentuk penjara enam bulan atau denda Rp 50 juta > bagi pengemplang iuran Jamsostek dinilai tak lagi menimbulkan efek jera. > Iqbal mengusulkan agar nilai denda berlipat ganda secara progresif mengikuti > jumlah iuran yang tertunggak. Denda yang lebih berat juga harus diberlakukan > bagi pemberi kerja yang telah memotong iuran Jamsostek dari pekerja namun > tak menyetornya sesuai ketentuan. > > Menurut Iqbal, pemerintah tak boleh terus berlindung dibalik perekonomian > yang belum terlalu menggembirakan untuk menunda pelaksanaan SJSN. Pemerintah > harus mencontoh sejumlah negara maju yang menerapkan SJSN saat perekonomian > mereka baru tumbuh. > > Sekretaris Jenderal FSPMI Basril Hendrisman mengatakan, Amerika Serikat > memulai SJSN saat pendapatan per kapita baru 600 dollar AS per orang . Korea > Selatan yang memulai SJSN saat pendapatan per kapita baru 100 dollar AS per > orang kini telah memiliki tabungan dana pensiun 240 miliar dollar AS. Adapun > Jerman memulai SJSN saat jumlah pekerja formal baru 10 persen dari angkatan > kerja. > > __________________________________________________________ > The new Internet Explorer® 8 - Faster, safer, easier. Optimized for Yahoo! > Get it Now for Free! at http://downloads.yahoo.com/ca/internetexplorer/ > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > -- eS eF Beli produk Indonesia [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ===================================================== Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] : 1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS 2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ , http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/ 3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke anggota 4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected] 5.Untuk bergabung: [email protected] KOMPAS LINTAS GENERASI ===================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
