Penggusuran Gubah Al-Haddad yang gagal telah menimbulkan bentrokan sehingga
memicu kerusuhan.
Saat itu pemerintah mengerahkan lebih dari 2.000 orang personil.
Komposisinya terdiri dari sekitar 1.750 personil Satpol PP yang berasal dari
wilayah kotamadya dan satu kabupaten yang ada di propinsi DKI Jakarta, ditambah
dengan sekitar 640 personil unsur polisi dari kesatuan Brimob dan Samapta,
serta diperkuat oleh personil dari Garnizun TNI.
Dalam bentrokan yang menelan banyak korban itu beberapa personil Satpol PP
tewas dan puluhan lainnya luka mulai dari luka ringan sampai luka berat, serta
puluhan warga juga menderita luka berat sehingga masih dirawat di rumah sakit
sampai dengan hari ini.
Selain itu timbul juga kerugian materi di beberapa pihak, salah satunya adalah
kerugian yang diderita oleh Satpol PP. Kerugian atas kendaraan ini ditaksir
sebesar Rp. 22. 955.074.000.
Menurut data laporan Pemprov DKI Jaya kepada DPRD, sementara ini rincian
kerugian Satpol PP terdiri dari :
* Kendaraan pengangkut personil berupa Truk dengan jumlah sebanyak 24
unit. Harga perkiraan per unitnya sekitar Rp. 295.800.000, sehingga kerugian
ditaksir sebesar Rp. 7.099.200.000
* Kendaraal operasional merk Isuzu Panther sebanyak 43 unit. Harga per
unitnya sekitar Rp. 225.500.000, sehingga kerugian mencapai Rp. 9.696.500.000
* Kendaraan operasional berupa pick up bermerek KIA sejumlah 14 unit.
Harga per unitnya Rp. 727.500.000, totalnya sekitar Rp. 1.785.000.000
* Kendaraan komando sebanyak 2 unit dengan harga Rp. 226.725.454 per
unitnya, sehingga kerugian sebesar Rp. 453.450.000
* Kendaraan operasional bermerek Toyota Kijang sejumlah 2 unit,
perkiraan harga Rp. 120.000.000 per unitnya, sehingga total Rp. 240.000.000
* Kendaraan sepeda motor jenis trail sebanyak 1 unit dengan harga per
unitnya Rp. 24. Rp 499.000.
* Perlengkapan helm antihuruhara sebanyak 575 buah dengan harga Rp.
500.000 per unitnya, maka jumlah kerugian Rp. 287.500.000
* Perlengkapan tameng antihuruhara sebanyak 575 buah, harga per unitnya
Rp. 979.000, sehingga jumlah kerugian Rp. 562.925.000
* Perlengkapan rompi pulset sebanyak 575 buah dengan harga Rp. 4.888.
000 per unitnya, total kerugian Rp 2.806.000.000
Sedangkan kerusakan yang juga terjadi pada peralatan lain seperti buldozer dan
excavator serta water canon, belum terdengar kabar telah dilaporkan oleh pihak
Satpol PP.
Selain itu, mengutip pernyataannya Kepala Satpol PP kabupaten Kepulauan Seribu,
Hotman Sinambela, pada pasca bentrok masih ada ratusan anggota Satpol PP masih
belum diketahui keberadaannya sampai dengan saat ini.
“Dari 1.750, yang kembali 877 dengan memakai perahu. Sisanya ke mana enggak
tahu. Saya minta, kalau memang anggota kami ada yang meninggal dan belum
diketahui tolong dikembalikan”, kata Hotman Sinambela.
Sebagaimana diketahui, Satpol PP dari pemkab Kepulauan Seribu juga termasuk
yang diminta bergabung ke dalam rombongan ke 1.750-an Satpol PP yang dikerahkan
oleh Pemprov DKI Jakarta.
Namun pernyataan Kepala Satpol PP kabupaten Kepulauan Seribu itu dibantah oleh
Humas pemerintah propinsi DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia.
Menurutnya, saat ini seluruh anggota Satpol PP sudah kembali dikembalikan ke
kesatuannya masing-masing dan sudah berada rumah masing-masing, kecuali yang
meninggal dunia dan yang masih dirawat di rumah sakit.
Akan tetapi Kahumas pemprov DKI Jaya itu juga tidak bisa memberikan persisnya
jumlah anggota Satpol PP yang masih dirawat di rumah sakit, yang menurutnya
jumlahnya tidak sampai 700 orang.
Ia hanya bisa menegaskan bahwa tiga orang Satpol PP meninggal dunia dan tidak
ada personil yang dinyatakan hilang.
Lucu dan terasa ganjil juga mendengar dua pejabat malahan saling bantah
mengenai data anggota personilnya yang dinyatakan hilang.
Jika terhadap personilnya sendiri saja mereka tidak bisa dengan persis
mengetahui nasib personil bawahannya, maka tidak heran jika sampai hari ini
mereka juga terkesan tidak perduli dengan nasib korban dari pihak warga
masyarakat.
Menurut laporan warga masih ada beberapa warga yang belum diketahui nasibnya.
Salah satunya adalah Mohammad Rohim.
Mohammad Rohim ini sampai hari ini belum kembali ke rumahnya. Menurut kesaksian
beberapa warga, Mohammad Rohim saat bentrokan terjadi telah terluka cukup parah
dan dibawa oleh ambulans milik Satpol PP.
Akhirulkalam, jika merujuk kepada data saat awal bentrokan di pagi hari sampai
dengan tengah hari, sesungguhnya kekuatan pasukan yang dikerahkan oleh pemprov
DKI Jaya sudah sangat memadai.
Mengingat jumlah pasukan yang dikerahkan mencapai lebih dari 2.000 personil
gabungan dari Satpol PP dan Polisi (Brimob dan Samapta) serta Garnizun TNI
(Provos TNI AL), masih ditambah dengan dukungan persenjataan yang memadai dan
peralatan berat seperti buldozer dan excavator serta water canon.
Sedangkan kekuatan dari pihak warga yang mengadakan perlawanan atas rencana
penggusuran itu hanya sekitar 200 orang sampai dengan 400 orang saja.
Ternyata dengan kekuatan yang tidak sampai separohnya itu, pihak warga yang
tidak terlatih itu berhasil memukul mundur pasukan terlatih yang didukung oleh
peralatan berat seperti buldozer dan excavator serta water canon.
Sebagaimana diketahui, memang setelah pasukan pemprov DKI Jaya berhasil dipukul
mundur dari depan gerbang komplek Gubah Al-Haddad, mulailah bergabung sejumlah
warga masyarakat dari daerah sekitarnya, sehingga kekuatan warga menjadi
berjumlah ribuan.
Maka, kegagalan upaya pemprov DKI Jaya yang sampai hari ini masih menyisakan
berbagai permasalahan ini dikarenakan oleh perencanaan yang tidak matang atau
kesalahan memperhitungkan kekuatan yang akan dihadapinya atau karena sebab apa
?.
Dan, mengapa pemerintah terkesan seakan hendak menutupi soal ketidakjelasan
nasib beberapa personil Satpol PP dan warga yang sampai hari ini belum
diketahui keberadaannya ?.
Mengapa ?.
Wallahualambishshawab.
*
Catatan Kaki :
Artikel lainnya yang terkait kasus Priok 2010 dapat dibaca dengan mengklik di
“Jangan Remehkan Priok” , dan “Priok 2010 : Israel dan US Coact Guard” , serta
“Kasus Priok dan Politik Wahabi”.
*
Satpol PP Menghilang ?
http://polhukam.kompasiana.com/2010/04/18/satpol-pp-menghilang/
*
[Non-text portions of this message have been removed]