Wacana ini bagaikan pisau bermata dua, bisa dilihat sebagai batu sandungan untuk menganjal seorang calon lain, tetapi bisa juga untuk sebagai seleksi awal menjaring calon yang berkualitas. Bill Gates memang tidak lulus kuliah, tetapi ia mempunyai visi yang jelas dan sangat menguasai bidang-bidang yang menentukan suksesnya sebuah organisasi, yaitu marketing, produksi, hukum, finance & personalia.
Dalam sebuah perusahaan, seorang pemimpin yang baik harus mempunyai visi, akan dibawa kemana organisasinya di masa depan. Kedua ia harus mempunyai konsep, bagaimana cara mencapai visinya, jika tidak ia hanya akan disebut sebagai pemimpi. Ketiga, ia harus bisa mencari dan menempatkan orang-orang, yang dipercaya mampu menjalankan gambaran tugas-tugas dibenaknya dengan baik. Keempat, ia harus bisa menyesuaikan semua rencana kerjanya dengan anggaran yang tersedia. Ini baru dalam tataran perencanaan, dalam tahap pelaksanaan sang pemimpin akan menghadapi banyak persoalan seperti parameter-parameter yang berubah, pembantu yang tidak cakap, sistem kerja yang tidak effisien dsb. Memang, ia dapat mendelegasikan semua hal ke asistennya, tetapi setidaknya sang pemimpin harus mengerti secara umum tidak perlu secara detail masalah-masalah dan pokok permasalahannya. Jadi, ia tidak gampang diperdaya dan dimanfaatkan anak buah. Bidang-bidang ilmu tersebut biasanya diajarkan dalam masa kuliah. Kembali ke Bill Gates, di Indonesia, saya punya rekan yang tidak lulus kuliah SD tetapi mempunyai kaliber melebihi PHD, dan sekarang adalah owner beberapa pabrik. Memang pendidikan tidak bisa dijadikan patokan. Tetapi, supaya tidak membeli kucing dalam karung, apa tidak sebaiknya pemaparan Visi & debat publik antar calon dibakukan saja dalam UU. Salam, Johny ____________________________________________________________________________________ Don't pick lemons. See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos. http://autos.yahoo.com/new_cars.html
