Mbak Nadia,
Saya sarankan untuk dipindah ke account UNLIMITED, karena lebih terjamin
dalam billing. Artinya tidak mikirin kuota dan lain-lain. Selama ini sih - baru
2 bulan pakai Speedy - lancar-lancar saja, dan dapat diskon lumayan.
salam,
rd
Nadia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear all,
Saya mo nyampein sedikit unek² pengalaman pake TELKOM Speedy. Semoga ga ada
yang bernasib seperti saya yang dibohongi telak oleh pihak telkom
Saya adalah salah satu pelanggan personal speedy yang sampai saat ini sudah
hampir 1 tahun menggunakan jasa layanan internet ADSL Telkom Speedy Personal.
Saya kecewa dengan pelayanan Speedy krn selama penggunaan bulan Februari
kemarin sering sekali mati (tidak berfungsi) yang disebabkan mulai dari waktu
banjir, kerusakan teknis biasa, hingga perangkat alcatel yang mati.
Waktu kejadian banjir yang menimpa Jakarta awal februari kemarin, saya
mengalami kerusakan hingga 1 minggu tidak berfungsi Speedy saya. kemudian saya
melihat tayangan di METRO TV selama banjir, dengan running text disitu JELAS
dituliskan bahwa PT.TELKOM membebaskan pelanggan telepon dan SPEEDY yang
terkena kerusakan yang berdampak dari banjir dari BIAYA ABODEMEN. Untuk hal ini
sudah saya konfirmasikan ke Plasa Telkom tempat saya membayar tagihan speedy
bulan Februari bahwa memang ada gratis tetapi untuk tagihan Maret.
Pada kenyataanya, saya tetap membayar biaya abodemen telpon rumah saya dan
tagihan speedy yang dikirimkan ke alamat saya tetap mencantumkan BIAYA
ABODEMEN. Padahal telpon rumah dan fasilitas speedy saya tidak berfungsi selama
1 minggu. Bukan hanya itu, selama bulan februari kemarin, Speedy lebih sering
mati ketimbang bisa digunakan. Hal ini jelas-jelas merugikan.
Setelah saya komplain, jawab mereka enteng sekali, tidak ada pembebasan
abodemen, yang ada hanya penambahan Quota sebesar 10MB.Apa artinya penambahan
kalau selama bulan Februari Speedy lebih banyak mati ketimbang berfungsi.
Setelah saya complain via 147, tanggapannya berbeda-beda, mulai nanti yang akan
dihubungi kembali (sampai detik ini tidak ada pihak telkom yang menghubungi
saya), hingga mengatakan bahwa sebenernya untuk pelanggan personal hanya diberi
diskon 10% (yang ini juga tambahan bualan).Apa ini yang disebut dengan penipuan
terhadap konsumen?. Saya sebagai konsumen yang merasa dirugikan tentunya tidak
mau membayar bila sudah dijanjikan gratis. Hal ini jelas² merugikan saya.
Seharusnya PT.Telkom tidak perlu mengumbar janji apabila tidak bisa menepati.
Ini sama saja pembodohan konsumen. Jangan lagi percaya dgn janji manis TELKOM.
Daripada pasang spot running text di TV yang menjanjikan janji muluk tapi
palsu, lebih baik uangnya dipakai untuk membenahi perangkat agar tidak sering
rusak.
Dibawah ini adalah email dari Customer care telkom untuk saya. Benar² tidak
masuk akal, sudah pasang running text, sekarang dikoreksi kenapa tidak
dibuatkan running text juga?
Regards,
Dian