Mbk Yuli,

Sebenarnya itu rumah mertua saya. Tapi dari kecil
saya punya cita-cita tinggal di rumah yang ramai tumbuhan,
dan tanpa pagar. Meskipun beberapa kali terjadi pencurian
tanaman kamboja yang sudah dirawat bertahun-tahun, dan ikan-
ikan yang mudah ditangkap, juga kucing, anjing. Wah pencuri-
pencuri itu tidak pernah jera.

Pohon timbul itu tinggi besar, dan daun-daunnya sangat lebar,
bentuknya seperti telapak tangan manusia, lumayan berat.
Kalau jatuh kering bisa jadi topi di kepala kita dan bunyi "kresekk!"
Orang bilang itu pohon hanya bisa tumbuh di hutan, memang
dulu kakak saya membawanya dari hutan.

Lucunya orang-orang suka bilang angker kalau melihat pohon2
rimbun, dan biasanya mereka lebih memilih menebang dan tanahnya
diganti dengan lantai dengan alasan supaya tidak kotor.
Lalu memasang pagar-pagar tinggi.

Kalau buat saya, rumah orang-orang kebanyakan (terutama di real
estate) itu membuat batin saya berteriak, secara psikologis
membuat saya tertekan, kesannya nggak welcome gitu...

Mainlah sekali-kali, dan syukurlah meski di Apartemen,
mbk Yuli masih mau menanam tumbuhan, yang berarti menghargai
kehidupan.

Mariana

Wednesday, March 21, 2007, 5:07:18 PM, you wrote:

> Mbak Mariana,
>    
>   Numpang bertanya ya? Pohon timbul itu pohon apa to mbak? Kok belum pernah 
> dengar sebelumnya.
>   Tapi saya membayangkan halaman rumah nya mbak Mariana ini
> seprtinya teduh dan nyaman. Apalagi kalau minum teh dan makan goreng
> ubi nya sambil duduk dibangku kayu panjang dikebun, ya? Pasti bisa
> santai sekali, kedua kaki bisa ber-sila dibangku, sambil
> cerita-cerita kesana kemari mengenai "Perempuan" Indonesia dimasa mendatang.
>    
>   Aduh....saya rindu pulang ke Semarang jadinya. 
>   Karena rumah mbak saya di Semarang juga rimbun dengan segala
> pohon-pohon buah-buahan dan bunga-bungaan. Biasanya kita duduk
> diteras samping rumah dibawah pohon mangga "manalagi" sambil
> ngobrol. Dan makan makanan khas Semarang (Gembukan atau
> "bolang-baling"; Janggelut atau "cakwe" dan tentu saja lumpia
> Semarang). Mas saya yang asli Solo mengatakan "cakwe" itu Janggelut
> (bujang gelut). Saya sering tertawa kalu dia memakai nama-nama makanan yang 
> lucu-lucu.
>    
>   Karena saya tinggal di apartemen, jadi balcony saya sudah berubah
> menjadi kebun yang sangat rimbun dengan tanaman bunga-bungaan dan
> juga buah-buahan (mini). Pohon kemuning saya selalu berbunga dan
> bunganya wangi sekali, setiap malam kalau saya duduk diruangan tamu,
> bau harum yang segar bisa tercium sampai kedalam apartemen. Dan
> anggrek-anggrek dan bunga sepatu kuning dan merah saya juga selalu berbunga.
>    
>   Tetapi pasti tidak serindang rumah mbak Mariana.
>    
>   Salam,
>   Yuli

Kirim email ke