http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0703/22/metro/3400185.htm ============================
Jakarta, Kompas - Keinginan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengembalikan sistem empat wakil gubernur bakal terganjal oleh Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Perdebatan di DPR cenderung mengarahkan pengangkatan empat deputi yang dapat mewakili gubernur daripada memillih empat wakil gubernur (wagub). Wakil Ketua Pansus RUU Ibu Kota Negara Suharsoyo (FPG Jateng V), Rabu (21/3), mengatakan, wacana empat wagub menciptakan dua kesulitan dasar, baik pemilihan maupun pembagian wewenang. "Jika menjadi jabatan politis, sangat sulit memilih empat wakil gubernur bersama dengan satu gubernur. Jika sebagai jabatan karier, siapa yang akan menggantikan posisi gubernur jika berhalangan tetap," kata Suharsoyo. Menurut Suharsoyo, wacana empat wagub didasarkan pada kebutuhan akan pembagian tugas dan kewenangan. Dengan satu wagub, jumlah pejabat yang memiliki legitimasi untuk berunding dengan DPRD dan pemerintah provinsi lain menjadi terbatas. Anggota Pansus RUU Ibu Kota Negara, Cheppy T Wartono (FPDIP Jateng IX), mengatakan, untuk mencari solusi atas kebutuhan dan kesulitan itu, mayoritas anggota DPR mengusulkan adanya empat deputi. Mereka memiliki kewenangan mewakili gubernur dalam berbagai perundingan dengan DPRD dan pemerintah provinsi lain. Kewenangan deputi lebih tinggi daripada empat asisten yang dikoordinasikan oleh sekretaris daerah seperti saat ini. "Keempat deputi itu dapat dipilih oleh gubernur dari pegawai negeri sipil yang dianggap mampu. Bidang yang akan ditangani keempat deputi adalah pemerintahan, kesejahteraan rakyat, ekonomi, dan pembangunan," kata Cheppy. Lebih mudah Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso tetap berkeras mengusulkan penambahan jumlah wakil gubernur kepada Departemen Dalam Negeri untuk pemerintahan mendatang. "Saya sudah merasakan dibantu empat dan satu wakil gubernur. Bekerja dengan empat wakil gubernur akan menjadi lebih mudah dan cepat menyelesaikan masalah-masalah di Jakarta yang sangat banyak dan kompleks," kata Sutiyoso. Secara terpisah, calon gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menyatakan tidak mempermasalahkan jumlah wakil gubernur yang akan mendampinginya jika terpilih kelak. "Menjadi sibuk dan harus bekerja keras adalah risiko menjadi gubernur DKI Jakarta. Karena itu, saya sudah menyiapkan skenario pemerintahan dengan satu atau dengan empat wakil gubernur," ujarnya. (eca)
