Ini makin mengukuhkan dugaan bahwa FPI dan Polisi itu sebetulnya sedulur. Saling memberi makan dan memelihara. Bedanya cuma kalo yang satu pake seragam, yang satu lagi pake sorban. Wahai rakyat, berhentilah bermimpi bahwa kalian akan mendapat perlidungan dari yang namanya polisi. Semakin jauh dari polisi, semakin tenteram hidup kalian. manneke
--- On Thu, 7/22/10, Peter Hari <[email protected]> wrote: From: Peter Hari <[email protected]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] dr Ribka Tjiptaning dan Nursuhud Akan Memenuhi Panggilan Bareskrim Mabes Polri To: [email protected] Received: Thursday, July 22, 2010, 6:16 AM *PRESS RELEASE :* *dr Ribka Tjiptaning dan Nursuhud* *Akan Memenuhi Panggilan Bareskrim Mabes Polri* Besuk, tanggal 23 Juli 2010, hari Jumat besok, Pukul 14.00 Wib, Ketua Komisi IX DPR RI, dr Ribka Tjiptaning dan Nursuhud anggota Komisi IX DPR RI akan memenuhi panggilan Bareskrim Mabes Polri untuk dimintai keterangan sebagai saksi pelapor peristiwa pembubaran acara sosialisasi pengobatan gratis di Banyuwangi yang dilakukan oleh FPI dan beberapa ormas lainnya. Kedatangan mereka berdua akan didampingi oleh pengacara, dan puluhan Staf Anggota DPR RI Komisi IX DPR RI. Materi keterangan yang ingin disampaikan mereka berdua akan fokus kepada fakta (dokumen berupa foto dan film tentang kejadian tersebut) bahwa salah satu Ormas yang terlibat pembubaran acara tersebut adalah FPI. Fakta ini terekam dalam video, dan sudah diserahkan oleh Rieke Dyah Pitaloka pada pemeriksaan kemarin tanggal 21 Juli 2010. Juga akan memberikan penjelasan tentang fakta bahwa kelompok massa tersebut pada pagi hari sudah berkoordinasi dengan Polres dan Kodim Banyuwangi untuk membubarkan acara yang dihadiri ketiga anggota Komisi IX DPR RI. Pernyataan mereka ini juga terekam dalam video. Fakta ini membuktikan bahwa Kapolres Banyuwangi beserta jajarannya terlibat dalam proses pembubaran acara tersebut. Juga dari peristiwa yang dialami Ribka Tjiptaning saat itu ada dua panitia yang dipanggil Kapolres dan dipaksa untuk segera mengakhiri acara tersebut. Fakta di atas membuktikan bahwa FPI dan ormas lainnya, dan juga Kapolres Banyuwangi terlibat dalam pembubaran acara tersebut. Sekaligus membantah pernyataan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Edward Aritonang yang mengatakan kalau acara tersebut dibubarkan sendiri oleh panitia. Fakta yang lain ingin disampaikan adalah bahwa dalam acara tersebut memang sosialisasi program yang sedang diperjuangan oleh komisi IX DPR RI saat ini tentang hak rakyat memperoleh kesehatan gratis, rumah sakit tanpa klas, sistim jaminan social. Dalam rekaman film yang berbentuk CD tersebut , semua materi pembicaraan yang disampaikan Ribka Tjiptaning terekam .Dalam rekaman itu tidak ada fakta bahwa ada materi tentang propaganda Marxisme dan leninisme. Hal ini sekaligus ingin membamtah kampanye yang digembar-gemborkan oleh FPI bahwa acara itu sebagai sarana propaganda Marxisme dan Leninisme, sehingga mereka membubarkan acara tersebut. Jakarta, 22 Juli 2010 dr Ribka Tjiptaning [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
