Mbak Yuli, Nah, itu lagi salah satu kehebatan Anggota Milis FPK. Meski kerja siang malam, plus jengkel-mangkel karena jaringan internet sering macet (timbul tenggelam) gara-gara pake TELKOMNET INSTANT, tetap aja gak nuntut uang "rapelan". Sebaliknya dapetnya malah pusing, karena tagihan telkom dan PLN pada akhir bulan membengkaaaak, karena sering lembur.
Dengar-dengar, bagi kawan-kawan yang di Kalimantan pusingnya ditambah lagi, karena listrik dari PLN di sana sering mati-hidup-mati. Lebih sering dapat giliran matinya dari pada hidupnya. Tapi semangat mereka untuk ikut sidang FPK tetap tinggi. Bahkan ada yang sampai beli Genset sendiri, tentu saja dari uang sendiri. Karena beli pake uang sendiri mau gak mau cari yang harganya paling murah. Mana bisa mereka cari yang super mahal, apalagi melipatgandakan harganya. Ntar malah hutangnya jadi lipat ganda pula. Korupsi? Mana ada anggota milis FPK korupsi. Mana berani korupsi. Nanti kalau ketahuan, gak bisa pura-pura sakit. Soalnya kalau pura-pura sakit mesti nginep di Rumah Sakit. Tau aja akibatnya kalau sampe sempat nginep di RS. Biayanya itu selangit. Mau ngutang? di RS mana bisa ngutang. Kecuali kalau ada anggota keluarga yang mau disandera, kayak kasus penyanderaan bayi beberapa waktu lalu itu. Nah apalagi kalau lalu beneran sakit, wah bisa-bisa dapurnya gak ngebul. Beda dengan pejabat yang korupsi, bisa pura-pura sakit. Mereka udah punya tabungan. Gak kerja, ya gak apa-apa. Selain itu pejabat bisa ngajukan uang berobat pada negara sampe miliaran rupiah. Kayak Bupati sipa itu? Trus hebatnya lagi anggota milis FPK. Gak bisa pake internet, sempat-sempatnya mereka telepon ke kawan lain yang gak ada masalah dengan Listrik atau internet. Hanya sekedar ngasih komentar atau sumbang ide. Tentu saja untuk nelepon harus bayar pulsa sendiri. Karena di FPK gak ada tuh yang namanya "uang Voucer". Belum ada tuh DERMAWAN yang "bagi-bagi voucer pulsa" di FPK. Meskipun berbagai kesulitan menghadang, anggota Milis FPK selalu punya ide cemerlang, bagaimana bisa berpartisipasi aktif-intensif dalam setiap sidang FPK yang jalan terus siang malam. Tujuannya cuma satu agar rakyat bisa hidup lebih baik, negara bisa lebih maju. Beda dengan rekan DPR RI yang idenya juga cemerlang dan tujuannya juga cuma satu: buat nambah penghasilan sendiri. Gak boleh dapat rapelan, eh, ada ide lagi dengan beli Laptop. Apapun bentuknya, yang penting uang masuk kantongggg. Masih hebatnya anggota Milis FPK. Meski banyak masalah, mereka gak merasa perlu bikin itu yang namanya TIMNAS atau Tim Investigasi macam-macam. Segala masalah dibicarakan bersama, didiskusikan bersama. Juga gak merasa perlu, kalau satu pemimpin harus punya sampe empat wakil, kayak ide yang mundul di Plikada Jakarta, satu Gubernur empat Wakil. Tuh kan? Masih lebih hebat pekerjaan sebagai ANGGOTA MILIS FPK dari pada..... Salam Mulyadi Anggota Milis FPK --- In [email protected], Yuliati Soebeno <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Hahaha, > Aduh....pak Mulyadi, gimana dengan "rapel" an nya? Kita juga perlu dong pak? Habis kerjanya siang dan malam, kadang-kadang udah jam satu pagi pun (01:00 AM) masih didepan computer, loch pak, memeras otak untuk kebaikan masa depan negara kita :-) > Dan jangan lupa pak Mul, kalau dihitung mundur, dari tahun 2005 tuh pak? > Bisa dihitung, kan? Pak Mulyadi soalnya kelihatan-nya ahli dalam hitung menghitung. Seperti ada beda harga Rp550,000/per laptop dengan anggaran yang ditetapkan BURT DPR. > > Untung masih ada yang bisa dibuat tertawa, ya pak Mul? Kalau enggak udah jadi senewen, semua! > > Salam, > Yuli > > stephanusmulyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Rekans, > > Selama ini kalau mau ngisi kolom : PEKERJAAN, saya selalu ragu-ragu. > soalnya saya ini pekerjaannya apa? Selalu saya isi : SWASTA. Kadang > saya agak malu dengan status pekerjaan itu, soalnya gak jelas dan > tidak keren. > > Membaca judul topik ini, saya jadi senyum sendiri. > ANGGOTA DPR RI YANG JUGA ANGGOTA MILIS FPK. > Apa nanti pekerjaan saya saya ganti aja ya? > Jadi demikian: ANGGOTA MILIS FPK. > Kalau orang tanya, anggota milis FPK itu pekerjaan apa? > Dengan bangga saya akan jawab: itu pekerjaan keren dan penting. > Kerennya di mana? Anggotanya tersebar di Manca Negara dengan jumlah > ribuan. > Pentingnya: kami bersidang setiap hari (siang-malam), topik yang > dibahas mencakup persoalan orang hidup dan orang mati, dunia, surga > dan neraka, dulu-sekarang dan masa depan, dll. > Kualitas anggota: tidak ada yang ngantukan dalam sidang. Semua kritis, > cerdas, berwawasan, peduli pada rakyat, pemerintah, tanah air dan > bangsa. Gak pernah berantem dalam sidang. > Dari segi "kebersihan": Tak ada yang korupsi, tak ada yang "pornoaksi". > Dari segi materi: tak ada yang nuntut kenaikan gaji, tak ada yang > minta dibelikan Laptop. > Di banding dengan Anggota DPR RI/ anggota Kabinet mana yang lebih > keren/hebat? Jelas anggota FPK. Anggota DPR RI dan Menteri saja ada > yang jadi anggota milis FPK. Jumlah anggota FPK jauh lebih banyak dari > anggota DPRRI. > > Hebat kan? > Salam > > Mulyadi > > > > > > > --------------------------------- > We won't tell. Get more on shows you hate to love > (and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list. > > [Non-text portions of this message have been removed] >
