Pak Denny, saya sih meragukan para anggota DPR yang juga ikutan milis FPK ini ada ngebaca email2 yg diposting di milis ini, jadi boro2 ngasih komentar, mbaca aja ngga...
Btw, beberapa waktu yl saya pernah membaca di Kompas bahwa ada suatu organisasi (saya lupa persisnya namanya apa) yang melakukan semacam pengawasan terhadap DPR (kalo ga salah artikel di Kompas itu mengenai bagaimana rendahnya produktivitas DPR dalam menghasilkan / mengesahkan RUU menjadi UU). Saya usul, karena sebentar lagi udah mau pemilu lagi, di mana kita akan memilih (lagi) anggota DPR secara langsung, bagaimana kalau organisasi tersebut mempublikasikan kinerja para anggota DPR itu. Yang sederhana2 aja, misalnya tentang absensi. Siapa anggota DPR yang paling sering mangkir/paling rajin dateng kalo ada rapat2, siapa yang paling produktif, siapa yang suka tidur atau ngerokok2 sambil ngobrol2 doang di lobi kalo temen2nya anggota DPR lagi pada kerja. SEBUT namanya SATU-SATU, biar kita para rakyat tau jelas apa yang dibikin sama wakil2 kita itu dan dari jauh2 hari kita ga kejeblos lagi untuk memilih manusia busuk dan durjana itu duduk sebagai wakil kita di Dewan Perwakilan Rakyat! Anggota DPR itu sesuai namanya dipilih untuk mewakili rakyat, yang artinya memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan kepentingan prbadi atau golongan/parpolnya. Memang kayaknya sih basi banget ya pernyataan itu, karena kenyataannya buanyak buanget anggota DPR itu cuman maling2 bejat yang saya anggap sangat hina, sederajat atau bahkan lebih hina daripada sopir metromini/mikrolet (untuk konteks mereka sebagai pemakai jalan di Jakarta, bukan sebagai manusia - pls ini ga usah dibahas). Tapi saya yakin juga, pasti ada anggota DPR yang benar2 berhati luhur, tapi sayangnya jumlah mereka sangat-sangat sedikit dibandingkan yang bangsat dan bajingan sehingga perjuangan mereka untuk benar-benar mewakili kepentingan rakyat bagaikan siraman air seember yang dihadapkan ke tembok besar china. Karena itu, mari kita dukung usaha2 untuk mengenali mana anggota2 DPR yang bajingan dan penjahat busuk , publikasikan dan sebarluaskan nama-nama mereka supaya, sekali lagi, jangan sampai kita kejeblok memilih manusia2 busuk itu dan jangan sampai para pahlawan wakil rakyat sejati di DPR itu kehabisan spirit untuk terus berjuang mewakili kepentingan rakyat karena merasa perjuangannya senantiasa terantuk batu karang! salam, Leo Ferdinand Hp. 0818 0827 2928 Flexy. 021 6847 2454 ------------ Griya Loka Lora fully furnished studio apartment - disewakan bulanan Jl. Pare I Blok G1 No.11, Sektor I-6 - BSD City, Serpong Tangerang 15318 - Banten www.ceriaeducation.com/griyalokalora/index.htm ----- Original Message ----- From: Deny Sidharta To: [email protected] Sent: Thursday, March 22, 2007 12:11 PM Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Anggota DPR RI yang juga anggota Milis FPK Membaca email di bawah ini saya jadi kepikiran soal sulitnya posisi beliau-beliau sebagai anggota DPR yang ikutan milis FPK yang aktif dan kritis ini, untuk memberikan tanggapan berkaitan dengan masalah Laptop. Posisi sulitnya adalah Kalau tidak memberikan tanggapan ntar ada yang ngatain .... "tuh kan, ngejawab email aja ga bisa, masa minta Laptop... PC dulu aja dehhh ...." ... Trus kalau ngasih tanggapan .... "kok anggota DPR nulis email terus... kapan kerjanya???" Susah kan ..... Belum lagi kalau ada tanggapan dari rekan sejawat seperti ini "Lho Sesama Bis Kota Dilarang Saling Mendahului..." bila tanggapannya dianggap tidak friendly .... Dan selama saya ikut milis FPK ini, saya baru melihat email dari Ibu Nursyabani Katjasungkana saja ... yang lainnya ..... belum pernah ngeliat.... DS Rakyat jelata... bukan wakil rakyat.... Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Mgk anggota DPR terhormat mau menanggapi isu Laptop? Salam, AH ============== 1. Nursyabani Katjasungkana (PKB) 2. Angelina Sondakh (PKB) 3. Effendi Simbolon (PDI-P) 4. Didik J Rachbini (PAN) --------------------------------- Don't get soaked. Take a quick peek at the forecast with theYahoo! Search weather shortcut. [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
