http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0703/23/Politikhukum/3402390.htm =====================
Karena tidak kuat lagi menampung buangan air kecil dan air besar, septic tank yang terletak tepat di belakang Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (20/3), meluap. Padahal, cubluk atau septic tank yang bersebelahan dengan ruang mesin pendingin itu meluap di tengah-tengah rapat kabinet paripurna yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Rapat kabinet paripurna adalah rapat yang menghadirkan semua menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu. Rapat yang dimulai pada pukul 10.00 WIB itu membahas rencana kerja pemerintah tahun 2008. Hadir dalam rapat lebih dari 30 menteri dan belasan pejabat. Isi septic tank keluar dari sela-sela tutup yang sudah pecah. Beberapa petugas berpakaian biru muda bekerja ekstra membersihkan dan menggiring luapan kotoran toilet itu ke parit yang berada sekitar tiga meter di sisi kirinya. Hujan yang kemudian turun mengguyur Kantor Presiden membantu proses pembersihan luapan. "Tidak biasa meluap seperti ini, bahkan belum pernah. Mungkin kepenuhan dan telat disedot sehingga meluap," ujar seorang petugas saat duduk beristirahat dari tugas ekstranya. Jika menengok hiruk-pikuk di Istana Kepresidenan yang terdiri dari Kantor Presiden, Istana Negara, dan Istana Merdeka, meluapnya septic tank di belakang Kantor Presiden tinggal menunggu waktu saja. Kantor Presiden tidak pernah sepi dari kegiatan. Rapat kabinet dengan berbagai variasinya digelar hampir setiap hari. Dalam rapat kabinet paripurna, misalnya, hadir lebih dari 30 menteri dan belasan pejabat. Setiap menteri dan pejabat membawa ajudan. Sekali rapat kabinet paripurna yang umumnya berlangsung lebih dari enam jam, ada tambahan penghuni Kantor Presiden sekitar 100 orang. Belum lagi puluhan wartawan. Untuk rapat lebih dari enam jam, setiap orang setidaknya butuh setor ke belakang setidaknya tiga kali, padahal banyak sekali rapat diselenggarakan di istana. (WISNU NUGROHO)
