Kalau para anggota DPR yang saat ini bungkam dan nggak berani nyanyi, artinya
mereka juga takut posisinya dicabut dan diganti oleh mereka2 yang nggak banyak
bicara dan hanya inggih2 saja atau memang kepingin dapat laptop gratisan.
Mumpung ada pembagian gratis.
Para pejabat di DPR berilah contoh yang positif kepada rakyat. Habis bagi2
laptop, nanti ada pembagian apa lagi ya sebelum terlambat, mumpung peraturan
sangat memungkinkan bagi2 duit rakyat. Selamat bekerja para pejabat di DPR.
Semoga dengan di-ijin-kan nya pembagian laptop kepada seluruh anggota DPR,
rakyat bisa lebih makmur dan bahagia.
Bisa makan 3 kali sehari dan dibebaskan dari pengungsian bencana alam dan
bisa menempati rumah yang layak huni. Maaf sekali lagi kalau saya salah
tanggap. Kepada kalian semua (anggota DPR) saya ucapkan selamat bekerja dengan
laptop terbaru dan termahal. Semoga sih rencana nya dibatalkan, kita sebagai
rakyat mana punya hak membatalkan? Kita cuma bisa berteriak lewat FPK dan belum
pasti ada yang menanggapi karena kalau terlalu cerewet dan kritiknya panjang,
pasti mereka hanya menganjurkan kepada teman2nya untuk men-DELETE saja, jangan
ditanggapi.
Salam
BS
stephanusmulyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Rekans,
Laptop supermahal DPR ini dari sisi lain justru mengadirkan "terang"
buat kita. Berkat Laptop ini boroknya hati nurani Anggota DPR menjadi
terlihat. Ketidakpedulian mereka pada penderitaan rakyat akibat
kemiskinan jadi nyata. Berkat terang yang dibawa Laptop Supermahal
ini, lalu menjadi jelas, ternyata semua anggota DPR sama saja, TAK
BISA PUAS! Buktinya, sampai sekarang tak ada anggota DPR yang
menentang kebijakan itu.
Saya masih berharap ada anggota DPR yang baik, jujur dan memikirkan
rakyat ynag miskin. Dan saya harap mereka-mereka ini dapat berbicara
dengan lantang menentang kebijakan itu, SAAT INI, BUKAN NANTI setelah
Laptop itu dibagikan.
Kalau nanti semua orang bisa bicara,
"Ya, sebenarnya saya tidak setuju dengan pembagian Laptop itu,
bla...blaaa...."
Tapi, kalau nanti pernyataan itu sudah tak ada gunanya lagi bagi
rakyat. Sebab Laptop sudah diterima dan tak mungkin mengubah kebijakan
yang sudah laksanakan. Kecuali bagi anggota ybs, pernyataan itu
berguna sebagai upaya "bersih diri", atau "poles diri" agar TAMPAK
BAIK di mata rakyat. Kita kenal, ada banyak anggota DPR yang suka
seperti itu.
Jadi jelaslah sekarang, SEMUA ANGGOTA DPR itu SAMA SAJA.
Generalisasi saya ini berlaku, SAMPAI ada anggota DPR yang MENENTANG
dengan tegas, lantang dan terbuka setiap pemborosan uang negara,
minimal menentang kebijakan pembagian Laptop super mahal ini.
Kita tunggu.......
Salam
Mulyadi
--- In [email protected], Maulana Raja Aisyana
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ralat: Angelina Sondakh bukan dari PKB tapi Partai Demokrat (PD)
>
---------------------------------
Be a PS3 game guru.
Get your game face on with the latest PS3 news and previews at Yahoo! Games.
[Non-text portions of this message have been removed]