Berarti uang Tommy Suharto(TS)yang berjumlah sangat besar(kalau tidak salah)sekitar 100(seratus)miliar rupiah telah masuk ke Jakarta.
Yang harus kita cermati dan ikuti terus perkembangannya atas uang tersebut adalah digunakan untuk apa? Jika TS dengan uang tersebut membuka pabrik besar, berarti TS telah menciptakan lapangan kerja dan ikut membantu mengurangi pengangguran! Dan,apabila TS dengan uang tersebut membuka yayasan pendidikan(mudah- mudahan gratis)dari SD sampai Universitas, patut kita mengucapkan terima-kasih kepada TS! Bisa saja TS ini menggunakan uang tersebut untuk mendanai organisasi- organisasi preman macam FPI untuk mengacau keadaan Jakarta. Atau mungkin saja dengan kesadaran penuh, melalui uang tersebut TS akan membelikan Laptop untuk seluruh anggota DPR RI.,karena TS tak mau melihat masyarakat yang lagi sedih, hidup serba sulit ini menjadi sesak nafas karena membayari 'barangnya kebanggaan Tukul Arwana'. Jadi,masih lumayan diharapkan sekali buat Indonesia dengan kedatangan uang jumlah besar,Sementara uang milik Indonesia yang lainnya yang berada di Singapura, Swiss, London, Cayman Island, Caribean, Malta, Bahama dan dinegara-negara lain sulit sekali didapatkan. Indonesia is my life! BVP. --- In [email protected], "rzain" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kalla Mendukung Tindakan Hamid Awaludin > Sabtu, 24 Maret 2007 | 00:55 WIB > > TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung > tindakan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Hamid Awaludin yang > membantu Tommy Soeharto untuk mencairkan duit di BNP Paribas London > sebesar Rp 90 miliar. Apalagi saat itu Tommy tidak terlibat perkara > korupsi. > > "Pertanyaannya adalah, apakah uang itu haram atau tidak? Sudah ada > surat keterangan bahwa pada saat itu tiga orang pengusaha itu tidak > ada yang terlibat pidana korupsi," kata Jusuf Kalla kepada wartawan > di Kantor Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Jakarta, kemarin. > > Menurut Kalla, biasanya setelah melakukan korupsi orang membawa > kabur uang jarahannya itu ke luar negeri. "Orang korupsi itu tidak > pernah bawa masuk uang ke dalam negeri. Orang korupsi itu dari sini > dibawa keluar," ujarnya. Karena itu, dia meminta pencairan duit > Tommy ini tidak dicurigai. Dia berharap, masuknya uang Tommy ke > Indonesia bisa berguna untuk investasi. > > Memang diakui Kalla, masalah pencairan itu menimbulkan pro kontra > pemikiran di masyarakat. Padahal kalau ada orang Indonesia yang bawa > uang keluar negeri, selalu dianggap tidak benar. Sekarang ketika > Tommy membawa masuk dana ke tanah air, masyarakat juga mencurigai > sebagai hasil korupsi. "Bawa uang keluar negeri marah, bawa uang > masuk dalam negeri juga marah," ujarnya. > > Sejauh ini Kalla sendiri tidak tahu apakah penggunaan rekening > Departemen Hukum dan Hak Azasi Manusia untuk mencairkan duit itu > melanggar undang-undang atau tidak. "Itu soal prosedural. Wakil > Presiden tidak bisa membaca semua." kata dia. >
