Benar sekali kayaknya program penghancuran budaya lama di Indonesia
terus berlangsung, padahal Indonesia sebenarnya kaya akan bangunan2
antik yg tidak kalah dengan Eropa jg, setidaknya bangunan peninggalan
zaman Belanda.
 
Saya ambil contoh bagaimana bagusnya konsep org Eropa ini menjaga budaya
antiknya. 
Di Croatia, tempat Saya tinggal & menetap sekarang kaya akan budaya kuno
& memiliki banyak bangunan2 antik dari berbagai zaman: Romawi,
Byzantium, abad pertengahan, Tartar/Russia, kerajaan Italy, kerajaan
Austro-Hungary, zaman Napoleon, Turki Ottoman, pendudukan Jerman
(sewaktu Perang Dunia II), Yugoslavia. Sejuta satu model bangunan
antiknya masih berdiri kokoh & tersebar di seluruh penjuru Croatia.
Amphitheatre terbesar ke-3 di dunia (mirip amphitheatre yg di kota Roma,
tempat adu binatang & manusia), peninggalan zaman Romawi yang sudah
berusia 2000 tahun jg terdapat di salah satu kota di Croatia (kota Pula)
& sekarang menjadi salah satu objek wisata kebanggaan Croatia. Tidak
cuma di Croatia, seluruh negara Eropa tanpa terkecuali masih rajin
memelihara budaya peninggalan zaman kuno. Pusat kota di negara2 Eropa
selalu ditandai dengan bangunan2 antik, tidak pernah dihancurkan untuk
membangun bangunan baru. Biasanya ketika mereka merencanakan mendirikan
bangunan baru, mereka akan mencari lokasi di daerah pinggiran kota,
tanpa mengusik bangunan lama. 
 
Kita semestinya bisa mencontoh mereka. Untuk membangun bangunan baru,
seharusnya mencari tanah kosong karena bukankah Indonesia memiliki tanah
yg luar biasa luasnya, tidak seperti di Eropa yg negaranya kecil2
(kecuali Russia). Tanah kosong yg demikian luasnya masih terlalu
banyak/berlebihan utk dibangun, sehingga tidak asal main gusur saja demi
kepentingan pribadi / sekelompok org.
 
 
Best Regards,
Effendy Udin 
Saipem Mediterranean Services Llc 
Alda Colonnella, 2 - 51000 - Rijeka - Croatia 
*    +385 51 651 779  
*     [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> 
 
________________________________

From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of chairil sanie
djailany
Sent: Friday, March 23, 2007 2:52 PM
To: [email protected]
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Bioskop Megaria Dilego: Cagar Budaya
Terancam
 
Kaka,

trims tambahan infonya.
terlepas dari itu saya sudah sangat prihatin karena di hampir seluruh
daerah di republik ini terutama daerah kota-kota besar, penghancuran
bangunan-bangunan lama yang memiliki estetika baik walaupun tidak
memiliki nilai historis secara nasional ternyata berlangsung terus tanpa
ada usaha-usaha dari pemerintah (pusat / daerah) untuk mencegahnya.
penghancuran itu semata-mata lebih banyak untuk keuntungan ekonomis bagi
pemilik maupun pembelinya.
saya sangat iri melihat di negara-negara lain bangunan-bangunan semacam
itu justru dijadikan pemikat untuk kepariwisataan nasional apalagi bila
memiliki nilai historis yang layak dimasukan sebagai bagian dari cagar
budaya negara tersebut.

kembali saya cuma bisa berharap,

csd

Kirim email ke