Menurut sebagian orang kesurupan merupakan puncak dari satu kondisi pikiran 
yang kosong (bisa disebabkan banyak hal; beban pikiran, capek, atau kelelahan) 
disertai jiwa yang labil. Kalau pada kenyataannya banyak perempuan yang 
tertimpa kesurupan bisa jadi karena perempuan memang "lemah".
   
  Kelemahan perempuan karena dilemahkan oleh realitas yang begitu hegemonik 
sehingga berada di luar kesadaran, bahkan kesadaran perempuan itu sendiri. 
Perempuan sejak lahir sudah dikerangkeng dalam budaya yang, bisa jadi, kalau 
diemban oleh laki-laki pasti mengalami hal yang serupa, yaitu posisi yang 
lemah. Realitas ini yang diwariskan oleh lingkungan kita dari satu generasi ke 
generasi berikutnya. Dan saya pun pernah meyakini tentang "kelemahan" 
perempuan. Namun pengalaman hidup saya kemudian menunjukkan hal yang berbeda.
   
  Saya merasakan bahwa perempuan tak kalah "kuatnya" dengan laki-laki sejak 
saya menikah. Dari hamil dan membesarkan anak sang ibu justru lebih stabil 
secara emosi daripada saya. Mungkin ini pengalaman subyektif saya. Ketika 
Ramadhan datang, istri menyiapkan hidangan buka puasa. Ia membereskannya dan 
ketika sahur, ia bangun lebih awal untuk menyiapkan sahur. Sementara sang suami 
hanya bisa membantunya dengan alasan menyimpan tenaga untuk kerja di kantor 
siang harinya.
   
  salam
   
  abu raja

Mariana Amiruddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Seperti biasa, saya akan menjawabnya berdasarkan pengalaman.
Waktu saya SMU pernah terjadi keserupan sambung menyambung,
mulai dari satu teman saya perempuan, tiba-tiba jatuh terlentang
dan kejang-kejang, lalu disambut dengan siswi lainnya, sampai
ada beberapa.

Saya sangat kenal mereka. Ini belum kesimpulan saya, tetapi
mungkin, ini ada hubungannya. Mereka punya persoalan di rumah.
Teman-teman saya itu sebelum berangkat sekolah membantu ibunya
mencuci, menyapu, memasak, menunaikan tugas-tugas rumah tangga
terlebih dahulu. Setelah dibawa ke PMR, diantara mereka ternyata
banyak yang kekurangan darah. Pulang sekolah, abis makan siang,
membantu ibunya lagi, dan kadang-kadang ikut berdagang di warung.
Untuk adik atau kakak laki-lakinya, tugas-tugas ini tidak berlaku,
mereka punya waktu untuk bermain bola, nongkrong dengan teman-teman
lain.

Waktu upacara setiap hari senin juga begitu, kebanyakan yang pingsan
perempuan, dan kebanyakan teman-teman saya yang memang bekerja keras
sambil sekolah.

Mungkin begitu ya. Pak Manneke mungkin bisa bantu?

Mariana

Saturday, March 24, 2007, 9:14:05 AM, you wrote:

> terlepas dari urusan dominasi kaum pria terhadap wanita, saya
> pernah mengirim sebuah artikel yang diambil dari kompas dan pikiran
> rakyat mengenai kasus kesurupan yang korbannya didominasi oleh kaum
> perempuan secara berjamaah, dan jarang sekali korbannya adalah kaum
> pria, mungkin bisa dijadikan contoh dari fenomena yang berhubungan dengan 
> gender.
> 
> sebagai aktivis kesetaraan gender, barangkali mbak mariana bisa memberikan 
> tanggapan.
> 
> http://www.kompas. com/ver1/ Metropolitan/ 0702/21/064501. htm
> Belasan Siswi SMK di Bogor Kesurupan 


         

                
---------------------------------
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam. 
 http://id.mail.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke