Disadari atau tidak dan syah atau tidak, sebenarnya sejak abad 16 M negeri kita 
menjadi ajang perebutan kuasa besar dunia, yang akhirnya melahirkan sistem 
koloni dan kapitalis. Dan hingga setelah merdeka pun masih lestari berjalan 
penghisapan manusia atas manusia ("exploitation de l' homme par homme" dari bhs 
sono-nya). Hanya saja,....Sukarno...lah orangnya yang jeli, cermat dan genial 
untuk mengentaskan bangsa tanah perdikan dengan upaya pembangunan kebangsaan 
"duduk sama rendah berdiri sama tinggi" dengan bangsa-bangsa barat.
   
  Saya mencoba memproyeksikan jika seandainya idealisme Sukarno berjalan tanpa 
gangguan dan intervensi luar saat itu (pihak sekutu), tidak mustahil bahwa 
bangsa kita sudah merdeka yang tidak semu seperti dekade ini, yang terasa 
terbelenggu dengan beban hidup yang semakin berat-syarat sehingga menjadi "pak 
turut" (yes man) bagi kepentingan asing yang sangat bertentangan dengan harkat 
dan nurani sebagian ummat di negeri ini. Coba lihat lagi kita tak bisa lepas 
mendukung resolusi DK PBB, padahal suara sebagian rakyat menentangnya. Inilah 
jadinya kemerdekaan yang "ambigu" yang lahir dari sebuah sebuah pemerintahan 
yang terjerat berbagai syarat hutang..  
   
  Hanya sayangnya, beliau (Sukarno) sebagai tapuk pimpinan kurang moderat dan 
terlalu amat sangat keras sebagai "anti-nekolim" dalam mensiasati gejolak 
kepentingan lain, pada saat itu...
   
  Bagaimana dengan sekarang? Jawabnya yang mungkin adalah: "kini hanyalah masa 
transisi yang amat sangat menyiksa harkat dan harga diri bangsa kita".
   
  prihatin,....
  kcn,-
  
Didik Muharam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Dear all,

Pikiran saya seh awam banget... 

Tapi menurut saya, dulu kita ngutang keliatan ada hasilnya.... Gedung, jalan & 
jalan tol dll...

Tapi kalo sekarang ????? secara kasat mata (saya yang tidak terlalu peduli 
dengan politik) gak keliatan banget.

Kali Indonesia mesti ngikutin aturan bank ya.... Cicilan pinjaman maksimal 40% 
dari pendapatan....

Saya tetep dukung orba tuh....

Thanks...

Kirim email ke