Akhirnya, ada juga partai politik di DPR dalam hal ini PDI-P yang bersuara 
vokal, menyatakan diri bila semua anggotanya akan menolak laptop.Tentu saja, 
horeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee. Apapun kepentingan 
PDI-P dalam momen ini, saya tetap setuju pengadaan laptop untuk para anggota 
DPR dibatalkan saja.Kalau Ketua DPR-nya sudah mengatakan, semua itu sudah 
dianggarkan, buat aja kesepakatan baru agar anggaran itu dimanfaatkan untuk 
hal-hal yang benar benar rasional  demi kepentingan masyarakat Indonesia yang 
jumlah orang miskinnya makin bertambah 

Saya percaya, kalau para anggota DPR mau belajar dan selalu melakukan 
aktualisasi diri, mereka pasti bisa dan mampu membeli laptop sendiri seperti 
mereka membeli handphone. Dan harga laptop yang bagus tak harus Rp. 21 juta 
khan.

Bahkan saya percaya, sebagian dari para anggota DPR kita yang terhormat sudah 
ada yang punya laptop. Jadi, usulannya tetap, batalkan pemberian laptop untuk 
para anggota DPR kita.

Bambang Soetedjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
Siapa bisa kontrol situasi dalam negeri DPR maksud saya intern. Mau mentahnya 
kan juga bisa diakali. Sekali lagi mereka berteduh dibawah satu payung dan 
saling melindungi selama sama2 dapat keuntungan. Kalau salah satu nggak 
kebagian rejeki, nah ceritanya lain lagi....hi....hi...!!! Oh laptop kenapa kau 
mendadak muncul di DPR  ketika rakyat lebih membutuhkan biaya hidup sehari 
hari. 
    
   Salam
   BS
 
 

Kirim email ke