http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0703/27/Politikhukum/3411947.htm
=======================

Jakarta, Kompas - Banyak cara yang bisa dilakukan partai politik 
untuk menghemat uang negara. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 
memelopori itu dengan menolak pembelian laptop bagi 109 anggotanya 
yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat. 

Sikap politik tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) 
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Pramono Anung kepada 
Kompas, Senin (26/3), menanggapi derasnya kritik masyarakat terhadap 
rencana pembelian laptop untuk 550 anggota DPR. 

"Dewan Pimpinan Pusat PDI-P sudah menginstruksikan ke 109 anggota 
Fraksi PDI-P di DPR untuk tidak menerima laptop itu. Anggota fraksi 
yang menerima akan diberi sanksi organisasi," ujar Pramono Anung. 

DPP PDI-P juga akan meminta Sekretariat Jenderal DPR untuk 
mengurangi pembelian laptop sebanyak 109 unit dari semula 
direncanakan membeli 550 unit. 

"Besok (Selasa ini) kami akan memberi surat ke Sekretariat Jenderal 
DPR. Kami berharap uangnya nanti dikembalikan ke kas negara dan 
digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat untuk masyarakat," 
kata Pramono Anung. 

Akibat sikap politik yang tegas ini, uang negara yang dihemat cukup 
besar. Plafon harga satu unit laptop yang dianggarkan Sekretariat 
Jenderal DPR Rp 21 juta. Total anggaran negara untuk pembelian 550 
unit laptop adalah Rp 12,1 miliar. Berarti, total uang rakyat yang 
bisa dihemat PDI-P sekitar Rp 2,28 miliar. 

Tender ditunda 

Sementara itu, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera meminta Sekretariat 
Jenderal DPR menunda pelaksanaan tender pengadaan 550 laptop yang 
menurut rencana dibuka 28 Maret 2007 ini. 

"Karena efektivitias penggunaan laptop masih diperdebatkan, 
pengadaan laptop itu ditunda saja dulu," kata Ketua F-PKS Mahfudz 
Siddiq. 

F-PKS mengusulkan anggaran laptop ini ditinjau kembali dalam 
pembahasan APBN Perubahan. Kemudian, anggaran Rp 12,1 miliar 
tersebut dialihkan untuk penambahan staf ahli fraksi. 

Sementara itu, Ketua DPR Agung Laksono yang juga Wakil Ketua Umum 
Partai Golkar, Minggu (25/3), tetap memastikan pengadaan laptop bagi 
anggota DPR kendati banyak menuai kritik. Menurutnya, pengadaan 
laptop ini untuk meningkatkan kinerja anggota DPR. Adapun dana yang 
dibutuhkan sudah dianggarkan dalam APBN. 

Tentang ada anggota anggota DPR yang menolak laptop ini, Agung 
menilai hal tersebut wajar. "Jika menolak, ya tak usah ambil," 
ujarnya saat itu. 

Langkah konkret 

Sekjen Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia Sebastian Salang 
mengapresiasi langkah konkret F-PDIP. Dia berharap fraksi lain pun 
melakukan hal sama. 

"Anggota DPR yang menolak laptop jangan hanya bicara cari simpati, 
tapi harus konkret buat surat penolakan," tuturnya. (SUT) 



Kirim email ke