Prdebatan yang panjang tentang laptop untuk DPR hingga menjadi batal, karena banyak opini dan wacana yang tidak urgent mengenai laptop untuk anggota DPR. Pertanyaan saya kembali mengenai SDM anggota DPR. Berapa yang profesor? Berapa yang tamatan S1, S2, S3? Berapa yang tamatan Diploma? Berapa yang tamatan SMA/Paket C? Berapa orang yang bisa bahasa Inggris? Sudah berapa tahun mengenal komputer dan menggunakan komputer? Sudah berapakah anggota DPR yang punya komputer dan laptop? Masak harus dibelikan semua, uang itu, uang rakyat dengan membayar pajak untuk menjalankan roda negara/pemerintahan yang tujuan dasar adalah untuk mensejahterakan rakyat Indonesia bukan untuk 'bancaan' yang katanya Arbi Sanit "Kinerjanya anggota DPR masih jelek kok minta laptop lagi." Saya saja korban gempa di Klaten masih pusing, bagaimana rumah saya bisa saya perbaiki seperti semula. Anggota DPR ya peduli sama orang kecil?! Namanya saja wakil rakyat ya harus merakyat.
salam Yudi
