Wah,wah, wah! Kalau pemberitaan Tempo itu benar; kita semakin sedih. karena
budaya kattebeletje dan surat sakti yang marak dizaman pemerintahan Suharto
justru dilakukan sendiri oleh SBY yang dalam kampanye Pilpres kemarin mengklim
dirinya sebagai "Demokrat Reformis". Sungguh sangat mengerikan! Apakah ini
sebuah pembuktian dari pribadi yang tidak kuat,tegar dqan tangguh sehingga
menjadi oportunis atau sebuah kegagalan untuk mengembangkan kepemimpinan yang
konsisten dan konsekuen dari seorang Presiden yang Jendral dan "terpelajar"?
Lalu adakah yang masih bisa diharapkan oleh bangsa Indonesia dari seorang dia!?
Salam Tjuk Kasturi Sukiadi
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]