MUI, bikin sertifikat Halal lah buat Casino di Indonesia (hehehe, becanda).
Kita akan benar-benar geram, karena begitu banyak devisa yang kelelap di meja
judi.
Waktu saya di Brisbane, pernah menemani tamu dari salah satu Departemen yang
melakukan perjalanan dinas ditanah kanguru ini. Saya membatin saat menemani
beliau bermain di kasino, 6000 dolar Aus habis dalam satu malam. Besoknya,
seperti tak kapok beliau menghabiskan 4000 dolar. Hari berikutnya saya "OGAH"
menemani, takut muntah karena geram....Saya yang Kapok. Walaupun kesempatan
makan enak gratis saya hilang.
si_andi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Lima miliar dolar Singapura, Mang. Bukan lima triliun. Cuma jin yang
punya uang triliunan dolar.
Sands itu investornya dan yang membuat konsepnya. Mereka mana peduli
urusan pasir. Yang kelimpungan ya kontraktor yang membangun gedung-
gedung itu. Urusan pasir kan tidak bisa dikategorikan force majeur
karena pasir masih bisa dibeli dari sumber lain walaupun harganya
lebih mahal. Jadi selisih harga ya terpaksa ditanggung kontraktor.
Kalau kontraktornya bangkrut, yang kena getahnya nanti para insinyur,
mandor, dan pekerja-pekerjanya.
Andi