Saya mendukung langkah pemerintah yg menyetujui Resolusi 1747. Kenapa? Karena, Iran tidak mengindahkan IAEA! Siapa yg BISA menjamin Iran mengembangkan teknologi nuklirnya utk kepentingan sipil/damai? Ahmadinejad? Presiden SBY?? Anda? Saya? Tidak ada!!
Lihat kasus Irak!! Sewaktu itu, IAEA menjamin bahwa Irak tidak mampu membangun senjata pemusnah massal via teknologi nuklir. Tapi, AS & koalisinya MASIH JUGA TIDAK PERCAYA dan MELAKUKAN INVASI!! Logika saya (mudah2an benar): bila IAEA saja TIDAK BISA MENJAMIN bahwa IRAN mengembangkan nuklir secara damai, lantas kenapa KITA HARUS MENDUKUNG IRAN DGN TEKNOLUGI NUKLIRNYA?????? Kita harus sadar bahwa pengayaan uranium (uranium enrichment)seperti 2 sisi mata uang. Bisa utk kepentingan sipil (pembangkit tenaga listrik) dan juga kepentingan militer (hulu ledak/peluru kendali)...Ini bukan masalah kepahlawanan Indonesia di arena internasional! Bukan juga masalah memihak Islam atau tidak!! Sudah pasti ada tekanan AS kepada Indonesia!! Resolusi 1747 "hanya" masalah JAMINAN!!! Salam damai, Patrick Hutapea --- In [email protected], "EKO KERTAJAYA" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salam > > Marilah kita lihat komitmen awal arah ke depan diplomasi kita. Kita ingin lebih > mempunyai peran dalam penyelesaian masalah2 global tetap dengan mengacu > politik bebas aktif kita. Menjadi anggota tidak tetap DK PBB adalah langkah awal > ke arah itu. Saya kira ini bukan masalah menjadi pahlawan. > > Ini juga jelas bukan masalah tentang Islam atau non Islam. Permasalahannya > adalah upaya negara berkembang untuk mengembangkan energi nuklir dan ini > dilihat AS sebagai ancaman kepada kepentingan AS. Sama seperti kasus > "privatisasi" di negara2 Amerika Latin yang juga mengancam hegemoni AS. > Pengembangan energi nuklir di semua negara tunduk pada IAEA, dimana pada > kasus Iran rekomendasinya adalah belum cukup data apakah pengembangan > nuklir Iran untuk damai atau persenjataan. Namun dengan model diplomasinya > AS berhasil memaksa PBB mengeluarkan resolusi. Hal ini yang tidak dicover > oleh penjelasan Dino. > > Tentu saja kita tidak rugi mendukung resolusi tersebut. Hanya kita melihat > komitmen diplomasi kita dengan riilnya saja pasti deh diketawain oleh > publik. Soal efektif tidaknya resolusi tersebut, bisa dilihat dari sejak resolusi > tersebut keluar, pasukan AS dekat dengan perbatasan Iran, telah melakukan > "warming up". Ntar kalo sudah terjadi Irak part II, nambah deh daftar malu kita > di bidang diplomasi. (Ambalat dsb ). Apa sih yang dapat kita banggakan sekarang > ini ? > Maaf jika opini saya salah > > > Wasallam
