RUU Kementerian Negara, Ketua DPR Minta Lobi Tidak Diadakan di Istana


Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Agung Laksono meminta forum lobi untuk membahas 
65 materi krusial Rancangan Undang-Undang Kementerian Negara tidak dilakukan di 
Istana. Ia khawatir apabila lobi dilakukan di Istana, maka akan sarat dengan 
intervensi. Terlebih lagi, RUU Kementerian Negara sarat dengan kepentingan 
eksekutif. 

"Tidak perlu diladeni tawaran lobi di Istana yang diusulkan Yusril," kata Agung 
yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar. Pernyataan itu disampaikannya kepada 
pers hari Kamis (29/3). 

Sehari sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra dalam Rapat 
Pansus RUU Kementerian Negara menawarkan usulan tersebut kepada anggota Dewan. 
"Di sana ada paviliun. Barangkali kita bisa minum kopi dan bermalam 1-2 malam," 
ucap Yusril dalam rapat. Usulan itu langsung disambut sejumlah anggota pansus. 

Agung khawatir apabila forum lobi RUU Kementerian Negara diadakan di Istana, 
akan kembali mencoreng nama DPR. Publik akan mencemooh DPR. Terlebih lagi, RUU 
Kementerian Negara merupakan usul inisiatif DPR. DPR pun sudah memiliki 
anggaran pembahasan undang-undang yang jauh lebih besar. 

"DPR juga punya uang. Rapat atau lobi bisa diadakan di DPR atau paling tidak di 
Wisma DPR di Kopo. Di sana juga bagus," ujarnya. 

Ketua Pansus RUU Kementerian Negara Agun Gunandjar Sudarsa, juga dari Fraksi 
Partai Golkar, menyatakan pansus belum menetapkan forum lobi dilakukan di 
Istana. "Bisa di Istana, bisa di Sekretaris Negara, bisa juga di DPR, atau di 
Hotel Salak dekat Istana Bogor. Masih banyak alternatif lain," paparnya. (sut) 

Sumber: Kompas - Jumat, 30 Maret 2007



++++++++++
 
Untuk berita aktual seputar pemberantasan korupsi dan tata kelola
pemerintahan yang baik (good governance) klik
http://www.transparansi.or.id/?pilih=berita
 
Untuk Indonesia yang lebih baik, klik
http://www.transparansi.or.id/ 

--------
 
Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI)
The Indonesian Society for Transparency
Jl. Polombangkeng No. 11,
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110 
Telp: (62-21) 727-83670, 727-83650 
Fax: (62-21) 722-1658 
http://www.transparansi.or.id 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke